Renungan Minggu
Ester Johanah

Tuhan Melepaskan Ikatan Penghambat Hidup

Menarik untuk di simak, kisah Tuhan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit karena telah dirasuk roh selama 18 tahun (Lukas 13:10-17). Ada dua macam reaksi yang berbeda dari orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu. Kepala rumah ibadat menjadi gusar karena Tuhan Yesus menyembuhkannya di hari Sabat. Sebaliknya perempuan itu memuliakan Tuhan atas apa yang telah dilakukan-Nya. Mungkin kita berpikir, tentu saja perempuan itu bisa memuliakan Tuhan karena penyakitnya sudah disembuhkan. Tapi jangan salah, orang banyak yang ada disekitar kejadian itu pun ternyata bisa turut memuliakan Tuhan. Bagaimana dua reaksi yang berbeda ini bisa terjadi?
Perbedaan ini terjadi karena kepala rumah ibadat terkurung oleh pikiran manusia yang merasa dirinya sudah benar. Sampai-sampai Tuhan Yesus menegur dan menyebutnya sebagai orang munafik. Sedangkan perempuan dan orang banyak itu telah mengalami kelepasan karena mata rohaninya dicelikkan oleh Tuhan. Demikian juga dengan kita, jika hati dan pikiran kita masih terkurung oleh pikiran duniawi maka kita tidak akan mampu menyaksikan kemuliaan Tuhan apalagi memahami firman-Nya.
Sebatang pipa air yang tersumbat harus dibersihkan supaya air bisa kembali mengalir dengan lancar. Pembersihan dilakukan oleh tukang dengan cara mengangkat sumbatannya karena pipa itu tidak mungkin bisa melakukannya sendiri. Demikian juga dengan kehidupan rohani kita, segala sesuatu yang menghambat pertumbuhannya harus diangkat oleh Tuhan. Jika saat ini pertumbuhan rohani kita terhambat, mohonlah kepada Tuhan agar IA membersihkannya! (Ejo)