Renungan Minggu
Pieter Randan Bua

Terang Yang Memandu Kepada Kristus

Yes. 60:1-6, Mzm. 72:1-7, 11-15, Ef. 3:1-12, Mat. 2:1-12

Di seluruh dunia ada sekitar 1.500 mercusuar.  Dan yang paling terkenal adalah mercusuar dari Alexandria yang dibangun di pulau Pharos, Mesir Helenistik. Mercusuar tak bisa dilepaskan dari sistem navigasi dunia. Mercusuar berfungsi sebagai pengawas pelabuhan dan menandai daerah yang berbahaya seperti karang, laut yang dangkal dan lain-lain. Di atas puncak setiap mercusuar ada cahaya yang dapat dilihat dari kejauhan di malam hari. Cahaya itu memandu kapal-kapal yang berlayar untuk tiba di pelabuhan yang tepat atau pun menghindari bahaya. Terang di atas mercusuar berfungsi seperti bintang timur yang menuntun para majusi kepada Yesus. Sebab berhentian yang sesungguhnya adalah Kristus.
Karena itu dibutuhkan terang yang menuntun untuk sampai kepada-Nya. Kristus menyebut bahwa murid-murid-Nya adalah terang dunia. Terang yang akan menuntun kepada Kebenaran. Terang yang harus bangkit di tengah ke gelapan dunia. Agar bangsa-bangsa yang berjalan dalam kegelapan melihat kemuliaan-Nya. Percaya kepada-Nya dan menerima anugerah-Nya.
Seperti Paulus, para murid dan orang-orang suci sesudah mereka, telah menjadi terang yang menuntun kepada Kristus, demikianlah kita harus bersikap. Memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada semua mahluk. Sebab itulah perintah-Nya, siapa pun yang mengaku sungguh-sungguh mengikut-Nya tak akan mengabaikan-Nya. Rick Warren mengingatkan, ‘mereka (orang Kristen dan gereja) yang tidak memberitakan Injil, sama halnya mereka berkata kepada orang-orang yang belum mendengar Injil, pergi saja ke neraka!’. Di sekitar kita banyak orang yang membutuhkan Kristus tanggung jawab kita adalah memandu kepada-Nya. Mengabaikannya berarti ketidaktaatan. (PRB)