Renungan Minggu
Christnadi Putra Hendarta

Sapaan Perubahan

Yohanes berseru: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Lukas 3:3b-4). Terdengar seperti berita yang biasa kita dengar tiap tahun, bukan? Apa yang spesial dari ayat-ayat ini?

Perhatikan ini: ternyata, cara kita mempersiapkan jalan untuk menyambut kedatangan TUHAN adalah dengan perubahan hidup alias pertobatan. Mungkin sekarang kita bertanya, mengapa pertobatan? Apa kaitannya perubahan hidup dengan jalan untuk Tuhan datang?

Salah satu petunjuk untuk menjawab pertanyaan ini mungkin bisa kita peroleh dari Maleakhi 3:2 “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.” Ini bicara mengenai TUHAN yang datang untuk menghakimi. Jadi, mereka yang tidak berbalik dari perilakunya yang jahat akan menerima kedatangan TUHAN sebagai suatu hukuman yang besar.

Lalu, bukankah Yesus yang datang pertama kali tidak menghukum siapapun? Ternyata tidak juga. Mereka yang menolak seruan pertobatan kemudian menjadi pribadi yang makin mengeraskan hati menghadapi kritik serta teguran Yesus yang tajam! Semakin keras Yesus berfirman semakin telinga mereka menebal dan hati mereka penuh dengan kebencian. Yohanes 8:37 mencatat “…tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.” Jika demikian, bagaimana mereka dapat diselamatkan? Karena itu, hukuman terbesar bagi mereka adalah ketika Yesus datang menawarkan cinta kasih, tetapi mereka sama sekali tidak mau menyadarinya bahkan menolaknya!

Semua ini masih berlangsung sampai hari ini. Dalam kehidupan berbangsa, dalam kehidupan bergereja, maupun dalam kehidupan berkeluarga, kebenaran tidak akan datang dan perubahan baik tidak akan terjadi jika seseorang terus menerus membenarkan diri dan enggan untuk mengakui kesalahan. Masalah menjadi begitu rumit bukan karena Tuhan tidak datang menolong, tetapi seringkali hanya karena kita enggan mengakui kesalahan dan bertobat. Pertobatan menjadi langkah awal yang membuka jalan bagi rahmat dan anugerah Tuhan terjadi di dalam kehidupan kita. Karena itu, seruan Yohanes harus terus digemakan dan dilakukan: BERTOBATLAH! (XND)

Christnadi Putra Hendarta

About Christnadi Putra Hendarta

-