Renungan Minggu

Persiapan Memberitakan Injil

Jika Anda akan berolahraga, apa yang sebaiknya Anda lakukan terlebih dahulu?…. Ya, pemanasan. Pemanasan akan berguna untuk mempersiapkan otot-otot kita supaya lentur sehingga otot tersebut siap untuk digunakan melakukan kerja yang lebih keras. Dalam banyak hal ketika kita akan melakukan suatu kegiatan, akan lebih baik jika kita melakukan persiapan terlebih dahulu. Untuk berpiknik misalnya, jika kita mempersiapkan keperluan-keperluan piknik dengan baik, maka kita akan dapat menikmati suasana piknik yang menyenangkan; tidak perlu dibuat kalang kabut dengan barang-barang yang ketinggalan. Apalagi untuk melakukan sebuah proyek kerja, tentu persiapan yang matang akan membuat hasil kerja menjadi lebih optimal. Nah, bagaimana dengan proyek memberitakan Injil, apakah perlu sebuah persiapan juga?
Ternyata sebelum Yesus menjalankan misi-Nya di dunia untuk memberitakan Injil, Ia melakukan sejumlah persiapan terlebih dahulu. Persiapan pertama adalah kesediaan melakukan perjalanan dari Nazaret di daerah Galilea menuju ke Sungai Yordan (sekitar 60 mil atau 96 km!) untuk menerima baptisan dari Yohanes. Baptisan yang diserukan oleh Yohanes ini merupakan baptisan pertobatan. Orang Yahudi yang sudah hidup jauh dari perkenan Allah diminta untuk bertobat. Pemurnian hati dalam proses pertobatan ini kemudian ditandai dengan baptisan. Setelah Yesus dibaptis, Ia menerima tuntunan Roh Kudus untuk dibawa ke padang gurun. Inilah persiapan kedua. Di padang gurun Yesus menerima pencobaan dari iblis. Sebagaimana kisah Ayub, Allah mengizinkan iblis mencobai manusia untuk menguji imannya, apakah ia sungguh-sungguh percaya dan mencintai Allah atau hanya senang menerima berkat-Nya. Dalam pencobaan, Allah tidak meninggalkan manusia, Ia tetap menyertainya. Jika manusia mau tetap mengandalkan Allah, maka ia akan bertahan dalam pencobaan tersebut. Yesus membuktikan kemenangan-Nya dalam pencobaan karena Ia tetap berpegang pada firman Allah, Ia setia karena Ia mencintai Bapa-Nya. Setelah kedua persiapan itu selesai, Yesus kembali lagi ke Galilea dan siap untuk memberitakan Injil (Mrk 1 : 14). -RKG-