Renungan Minggu
Pdt. Ibu Rinta Kurniawati Gunawan

Perintah Baru Bagi Komunitas Baru

Apakah Anda suka berbenah rumah? Apa yang menarik dari aktivitas tersebut? Ketika berbenah, sering kali kita harus memindahkan beberapa barang, menyimpan, atau bahkan membuang barang-barang yang sudah rusak atau yang tidak terpakai lagi. Sayangnya kebanyakan orang enggan melakukan yang terakhir ini. Selain karena malas, ada juga yang merasa sayang untuk membuangnya karena barang itu dianggap punya kenangan tertentu atau bernilai tinggi ketika membelinya. Tapi coba Anda bayangkan, seandainya kita tidak pernah membuang barang-barang tidak terpakai di rumah, sementara itu kita pasti menambah barang yang baru…. betapa sumpek dan semrawutnya tempat tinggal tersebut!
Tuhan pun ingin berbenah. Dia ingin membenahi hati kita. Dia mau memberi status baru dalam hidup kita, yaitu sebagai murid-murid-Nya (Yohanes 13:35). Murid yang tentunya meneladani Sang Guru, murid yang berprestasi dan membanggakan Sang Bapa, serta murid yang bisa membawa jiwa-jiwa baru untuk dihantarkan kepada Sang Juruselamat. Agar bisa menjalani status baru itu dengan baik, maka Tuhan memberikan perintah baru kepada kita, yaitu supaya kita saling mengasihi, sama seperti Kristus telah mengasihi kita (Yohanes 13:34).
Kata “baru” di sini berarti mengindikasikan ada perintah-perintah lama yang harus disingkirkan, harus dibuang; jangan dipakai lagi, jangan sekedar ditumpuk dengan yang baru. Ya, perintah-perintah duniawi yang selama ini berdiam dalam hati para murid (termasuk kita) harus dibuang jauh-jauh. Perintah yang membuat para murid mementingkan diri sendiri sehingga enggan untuk melayani, bertengkar soal kedudukan, tega untuk berkhianat, cari aman dan keuntungan sendiri, tidak setia, merasa eksklusif, dsb. Sikap-sikap semacam itu tidak akan membuat dunia mengakui kita sebagai murid Kristus dan tidak akan membuat dunia tertarik untuk ikut serta menjadi murid-Nya.
Tuhan Yesus menghendaki agar kita hidup di dalam kasih-Nya. Merasakan dengan sungguh bahwa Ia telah mempersembahkan kasih yang terbesar bagi kita. Apapun keburukan masa lalu, jangan lagi menjadi bayang-bayang gelap bagi masa depan kita. Kristus telah memulihkan sehingga kita menjadi pribadi yang baru. Oleh karena itu jangan lagi hidup mengasihani diri sendiri, melainkan siap sedialah membagikan kasih Kristus kepada sesama. Hadirlah bagi mereka yang berbeban berat dan yang terhilang agar dunia percaya bahwa kasih itu masih ada. Ya, kasih sejati di dalam Kristus Yesus. Selamat mengasihi. Tuhan Yesus memberkati. (RKG)