Renungan Minggu
Ester Johanah

Pembaharuan Hidup Yang Terus Menerus

“Menuju Indonesia Baru” adalah sebuah slogan yang mungkin pernah kita dengar. Slogan ini mengungkapkan pentingnya sebuah pembaharuan demi menuju Indonesia yang lebih baik. Jika ingin lebih baik, maka pembaharuan memang sangat dibutuhkan oleh apapun dan siapapun. Demikian juga dengan hidup kita sebagai orang Kristen.
Pembaharuan hidup tentu harus dilakukan secara terus menerus karena manusia tidak sempurna. Sebelum mengenal Kristus, Rasul Paulus menganggap status ke-Yahudi-an serta ketaatannya menjalankan taurat adalah tanpa cacat. Jika tanpa cacat berarti hidupnya tidak lagi butuh pembaharuan. Namun apa yang dia lakukan dalam “kesempurnaannya” itu adalah menjadi penganiaya jemaat.  Kesadaran untuk mengalami pembaharuan hidup yang terus menerus barulah terjadi setelah ia mengenal Kritus. Filipi 3:12-14  “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Sejak mengenal Kristus, Paulus memiliki semangat dan kerinduan yang luar biasa untuk terus memperbaharui hidupnya.  Buah pembaharuan itu nampak dalam kesetiaan, ketaatan dan kegigihan iman serta pelayanan Paulus. Alkitab mencatat  namanya supaya Paulus bisa menjadi model bagi kita.
Sebagai orang yang mengaku telah mengenal Kristus, apakah kita pun memiliki semangat dan kerinduan yang sama seperti Paulus? Adakah buah pembaharuan yang terus menerus itu nampak dalam hidup kita? (Ejo)