Renungan Minggu
Pdt. Em. Wibisono Siswanto

Mukjizat Itu Nyata

Dalam kunjungan ke berbagai tempat di Palu saya menjumpai dan  mendengarkan kesaksian beberapa orang yang mengalami sendiri betapa luar biasa kejadian yang mereka alami. Bencana alam yang menerpa Palu Donggala begitu bertubi-tubi seperti tsunami, gempa, dan likuefaksi (hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat getaran gempa atau “membuburnya” tanah).

Ketika gempa terjadi bagaikan ada naga di dalam tanah. Akibatnya mobil di jalan saling bebenturan, sepeda motor tiba-tiba jatuh,  jalan begitu susah sehingga harus merangkak. Pada saat likuefaksi, terjadi pergeseran dan penurunan tanah sehingga rumah bergerak dan berpindah beberapa kilometer. Ada seorang anak masuk ke dalam lumpur, oleh temannya ditarik keluar. Bersyukur anak ini tertolong. Di lain tempat ada anak-anak sedang mengikuti retreat di sebuah rumah, rumahnya terseret. Dengan panik mereka berhamburan keluar. Di jalan yang mereka lewati ada  pohon besar tumbang. Mereka berlindung dan bertahan di pohon besar tersebut sampai pagi hari. Sungguh saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka pada waktu itu.

Bersyukur Allah yang luar biasa tidak dibatasi oleh bencana yang luar biasa, sehingga dengan cara luar biasa Ia menyelamatkan orang sesuai kedaulatan-Nya. Masih ada mukjizat di tengah bencana, yang membuat lutut bertelut dan kepala tunduk memuji.

Puing-puing kehancuran di Palu Donggala menjadi bukti nyata bahwa sampai saat ini masih ada mukjizat. Mukjizat itu nyata dan diberikan-Nya bagi anak-anak-Nya yang percaya kepada-Nya. Untuk itu kita “hanya” cukup membuka pintu hati dan percaya penuh.

“Lihatlah Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk, jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya  dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan dia bersama-sama dengan Aku.” Tuhan memberkati (WS)