Renungan Minggu
Pdt. Ibu Rinta Kurniawati Gunawan

Menyambut Kebebasan Dengan Ketaatan

Catatan Harian Seorang Narapidana. Hari pertama di dalam sel: dunia seakan mau runtuh. Akhir bulan pertama: dunia masih gelap dan kelam. Memasuki bulan ketiga: mulai menerima kenyataan. Akhir bulan keenam: mencoba mengikuti setiap pembinaan dengan baik. Setahun berlalu: antusias mengikuti pembinaan rohani, rasanya menyegarkan. Akhir bulan kedelapan belas: bertekad untuk menjadi manusia baru. Memasuki tahun ketiga: berusaha terus melawan godaan dari sesama napi. Tahun ketiga setengah: penuh pengharapan, menantikan saat pembebasan. Akhir tahun ketiga: Praise The Lord, I’m free!!
Catatan pun berhenti. Dan catatan yang pernah ada kini tinggal kenangan. Harapan-harapan yang tertulis perlahan sirna, seiring dengan kenyataan yang dihadapi bahwa tidak mudah menjalani hidup sebagai mantan napi. Jalan satu-satunya adalah kembali merencanakan perampokan agar dapat bertahan hidup.
Kita semua terlahir sebagai narapidana, terpenjara dalam kutuk dosa. Sangat menyesakkan, menyakitkan, menakutkan, dan tanpa harapan. Namun harapan itu mulai bangkit ketika seorang Penebus mau datang dan mencurahkan darah-Nya sebagai tebusan untuk membebaskan kita dari belenggu maut. Kitapun bebas! Kita bersukacita dan antusias menyambut kebebasan, kita sangat berterimakasih kepada Sang Pembebas, kita berjanji untuk tunduk kepada Sang Penebus sebagai wujud syukur kita. Tapi….berapa lama sukacita itu ada dalam hati kita? Berapa lama kita bertahan untuk hidup taat pada Sang Penebus? Kesulitan hidup dan godaan dunia seringkali membuat iman kita gugur, sehingga akhirnya kita menyerahkan diri lagi kepada penguasa kegelapan dan menjadi hamba dosa.
Roma 6:12-23 mengingatkan dengan tegas kepada kita agar menjaga kesetiaan untuk tetap taat kepada Tuhan Yesus Kristus sehingga kita mampu menjalani hidup dalam kasih karunia-Nya. Kalaupun kita merasa sulit karena adanya tekanan-tekanan hidup, bukankah kita dapat bersandar dan berharap kepada Sang Penebus, yang kuasanya sungguh amat besar? Marilah kita memiliki pilihan hidup yang bijaksana. Jangan menyerah terhadap godaan iblis, tapi kalahkanlah dengan kuasa Kristus yang telah menang atas maut!  Glory to God in the highest!   (RKG)