Renungan Minggu
Pdt. Jerdi Stevan

Menghadirkan Kristus Dan KasihNya Bersama-Sama

Pernahkah anda amati cara hidup angsa? Bila musim berganti, biasanya kawanan angsa akan berpindah tempat secara berkelompok. Mereka terbang mencari tempat persinggahan yang baru. Pada saat rombongan angsa itu mengudara, mereka akan membentuk formasi huruf ‘V’. Di kala mereka mengepakkan sayap, maka angsa berikutnya akan terangkat, dan seluruh rombongan akan terbang 71 % lebih cepat dibandingkan bila mereka terbang sendiri. Kalau kepala rombongan letih, ia akan berpindah tempat ke belakang dan seekor angsa lain akan maju mengambil alih tempatnya. Bila dalam perjalanan ada angsa yang jatuh sakit atau misalnya kena luka tembak dan terpaksa harus meninggalkan formasi, maka otomatis dua ekor angsa lainnya akan mundur untuk menopang dan melindunginya lalu mendarat. Mereka akan menunggu hingga temannya sembuh, untuk bergabung dengan rombongan berikutnya.
Kawanan kehidupan angsa dalam kebersamaan ternyata mampu mem-perlihatkan kepada kita sebagai manusia, betapa sebuah kebersamaan itu begitu indah. Menghadirkan Kristus dan kasihNya dalam sebuah kebersamaan adalah sesuatu hal yang sangat menakjubkan! Mengapa? Karena dalam kebersamaan, kasih menjadi suatu hal yang sangat nyata dimana satu dengan yang lain bisa langsung merasakan praktek sebuah kasih. Dan bukan hanya itu terlebih masing-masing pribadi yang mempraktekkan kasih itu dengan demikian sesungguhnya telah mencerminkan akan Kristus dalam karakter diri mereka.
Masalahnya yang menjadi tantangan bagi kita yang hidup dalam kebersamaan sebagai anak-anak Tuhan adalah: individualisme dan egoisme, dimana segala sesuatunya dipusatkan pada pemikiran dan keinginan diri sendiri, manusia tidak lagi peduli dengan sesamanya. Asalkan diri sendiri sudah terasa nyaman, peduli amat dengan orang lain…… “ Emang gue pikirin” (EGP), begitulah kata orang modern sekarang ini. Bagaimana dengan saudara? (JS)