Renungan Minggu
Pdt. Jerdi Stevan

Kuasa : Menindas Atau Memberkati ?

Bila kita melihat realitas soasial yang terjadi ternyata teridentifikasi bahwa setiap orang memiliki keinginan untuk berkuasa. Dan keinginan berkuasa ini terjadi diberbagai level kehidupan, entah itu dipemerintahan, dibidang profesi, dan bahkan telah merambah dibidang keagamaan. Dalam tingkat pemerintahan sudah jelas orang berebut kekuasaan tertinggi, namun dalam tingkat asisten rumah tangga ternyata tidak lepas dari kekuasaan yang dimilikinya. Bila ia tidak menguasai rekan sesamanya, setidaknya ia dapat menguasai anak majikannya, bila sang majikan tidak ada di rumah.

Mengapa orang sangat bernafsu dengan kekuasaan ? Karena dalam kekuasaan ada kewenangan. Dengan kewenangan yang dimilikinya ia dapat melakukan apa saja. Nikmat kekuasaan itulah uang membuat penguasa yang sudah memegang kekuasaan tidak akan dengan suka rela melepaskan jabatan kekuasaannya. Orang-orang yang sudah berkuasa dan memegang kekuasaan sangat takut kehilangan kekuasaan. Maka orang yang berkuasa itu, akan berusaha mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara. Kekuasaan menjadikan manusia terkenal, dihormati, disegani, ditakuti, diikuti, dan semua apa yang menjadi ucapannya menjadi sebuah dekrit yang tidak tertulis seakan menjadi undang-undang. Rakyat atau para pengikutnya dengan tanpa reserve akan patuh, tunduk, dan taat melaksanakan apa saja yang sudah menjadi doktrin dan kebijakannya. Dan akhirnya Kekuasaan bagi orang-orang yang berambisi, merupakan alat yang sangat efektif untuk mewujudkan keinginan nafsunya tanpa rasa malu dan sungkan.

Kalau sudah demikian, maka dapatkan kekuasaan itu memberikan tempat, ruang untuk berteduh dan mengayomi semua orang ? Jikalau pertanyaan ini dikaitkan dengan manusia sebagai orang beriman, maka sudah barang tentu jawabannya adalah ya. Karena sesungguhnya kekuasaan, adalah sebuah kesempatan yang Tuhan berikan untuk melakukan perubahan, perubahan yang lebih baik, lebih bermanfaat untuk banyak orang sekaligus membawa kebajikan. Inilah arti sebuah kekuasaan. Bukan justru merugikan banyak orang dan bertindak semaunya. Allah melalui nabi Amos berulang kali mengingatkan para penguasa yang menindas dan henghisap orang lemah dan miskin. Dan Allah tidak segan-segan menghukum mereka, karena kekuasaan seharusnya untuk melindungi dan mengayomi umat yang dikasihi! Kekuasaan adalah mandat, amanah dari Tuhan. Saudara sedang berada dalam posisi kekuasaan ? Berhati-hatilah dan bersikap bijak. (JS)