Renungan Minggu
Ester Johanah

Kristus Datang Untuk Membawa Pemisahan?

Pertanyaan di atas terjawab dalam bacaan Injil Leksionari kita Minggu ini (Lukas 12:51). Senada dengan ayat itu adalah Matius 10:34-36 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”
Bagi kita yang terbiasa mendengar tentang Allah yang Maha Penyayang, Maha Pengampun, dst.. mungkin jadi merasa terganggu dengan ketegasan ayat-ayat di atas.
Adalah kenyataan bahwa Allah itu Maha Penyayang, Maha Pengampun, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa Allah itu juga Maha Kudus. Kudus dalam bahasa aslinya berarti terpisah. Allah di sebut kudus karena IA terpisah dari yang tidak kudus (dosa). Karena itu misi utama kedatangan Kristus ke dunia adalah memisahkan umat-Nya dari dosa supaya bisa bersatu kembali dengan Allah yang Maha Kudus. Namun sebelum saat itu tiba, kita tetap harus menjalani kehidupan di dunia yang berdosa ini. Inilah saat dimana Tuhan mau membentuk dan memakai kita sebagai alat bagi kemuliaan-Nya. Perintah Tuhan “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Petrus 1:16), bukanlah memerintahkan kita untuk mengasingkan diri dari orang-orang dunia. Kita diperintahkan untuk tetap hidup kudus di tengah lingkungan dan pengaruh dunia. Hidup kudus menjaga kita agar tidak berkompromi dengan dosa yang dibungkus dengan kata toleransi. Hidup kudus membuat kita berani menyatakan kebenaran meskipun ada ancaman. Iman kepada Kristus harus kita buktikan dengan menjaga dan menjalankan kekudusan! (Ejo)