Renungan Minggu
Pdt. Ibu Rinta Kurniawati Gunawan

Kebangkitan Kristus Terang Bagi Jalanku

Kisah kebangkitan Kristus sama anehnya dengan kisah kelahiran-Nya. Seperti halnya kehamilan Maria yang sulit diterima nalar, demikian pula berita hilangnya jasad Yesus yang dikatakan bangkit itu. Para saksi atas peristiwa-peristiwa langka itu juga aneh. Orang pertama yang dijumpai malaikat untuk mendengar kabar kelahiran Yesus adalah para gembala (Lukas 2:8-20). Sedangkan orang pertama yang menerima berita kebangkitan dari malaikat adalah para perempuan (Lukas 24:1-12). Kedua kalangan penerima berita perdana ini berasal dari golongan yang sama, yakni sama-sama masyarakat kelas bawah yang tidak dipercaya menjadi saksi dalam pengadilan. Padahal jika mereka adalah penerima berita pertama, otomatis mereka inilah yang akan menjadi saksi pertama yang akan menyampaikan kabar sukacita ini kepada orang-orang lain. Lantas siapa yang akan percaya dengan berita yang mereka sampaikan? Kenapa berita sepenting ini dipercayakan kepada mereka? Aneh, bukan?
Keanehan ini tentu bukan merupakan kecerobohan atau kebetulan. Namun sebuah kesengajaan yang direncana oleh Allah untuk mendatangkan maksud yang baik. Mereka yang tidak dipercaya sesama menjadi saksi, tentu akan terbiasa memiliki pola pikir yang masa bodoh, tidak peduli, bisa juga berpandangan sempit dan kurang berkarya, karena memang tidak ada kesempatan bagi mereka. Maka melalui peristiwa kelahiran dan kebangkitan Kristus, Tuhan membuka peluang emas bagi mereka. Tuhan memberi kesempatan bagi para gembala dan para wanita untuk melakukan hal baik yang selama ini belum pernah dilakukan, yaitu menjadi saksi, bahkan untuk mempersaksikan pekerjaan-pekerjaan mulia dari Sang Bapa.
Tuhan tidak hanya mengubahkan jalan hidup mereka yang selama ini terpinggirkan. Namun melalui peristiwa-peristiwa ini, Tuhan juga mencelikkan hati kaum lelaki dan masyarakat yang merasa dirinya terpandang, bahwa perkenanan Tuhan bukan hanya untuk golongan tertentu, namun bagi semua manusia ciptaan-Nya. Kasih dan kuasa-Nya untuk semua orang, demikian pula kesempatan dan tanggung jawab yang diberikan-Nya pun untuk semua orang. Peristiwa kebangkitan Kristus telah menerangi jalan pikiran para murid dan kita semua. Biarlah kita tidak lagi hidup menurut jalan pikiran kita sendiri yang sempit, namun tunduk pada cara berpikir Tuhan yang mulia dan indah. Selamat Paska! Tuhan Yesus memberkati kita semua. (RKG)