Renungan Minggu
Pieter Randan Bua

Kebangkitan Adalah Penerimaan

Jerry (bukan nama sebenarnya) bertahun-tahun hidup dan melakukan banyak dosa serta pemberontakan kepada Tuhan. Setelah berjumpa dengan Kristus secara pribadi, ia mengalami banyak sukacita tetapi juga tidak sedikit pergumulan. Seringkali ia dihinggapi rasa bersalah yang mendalam, apabila ia mengingat masa lampaunya. Benaknya sering dihinggapi keraguan apakah Kristus sungguh-sungguh ada dalam hidupnya. Keraguan itu terus bertambah, ia berpikir, ‘mungkinkah dosa-dosa saya sudah diampuni? Apakah saya sesungguhnya sudah memiliki hidup yang kekal?’.  Sedikit demi sedikit ia menghentikan semua usaha untuk mengembangkan hubungannya dengan Allah. Ia sendiri menjadi yakin bahwa hanya orang-orang tertentu sajalah yang dapat menikmati hidup yang berkelimpahan yang disediakan oleh Kristus. Akibatnya ia selalu hidup dalam ketakutan akan hukuman Allah terhadap dosa-dosanya.
Bukankah banyak orang Kristen juga mengalami hal serupa? Mengaku memercayai Allah tetapi sikap hidupnya seperti ateis praktis. Mulut mengaku percaya tetapi sikap dan kesehariannya tak mencerminkan orang percaya. Tetap hidup dalam dosa, dipenuhi kekecewaan, kekuatiran dan ketakutan akan penghukuman. Mereka tak mengerti bahwa hubungan dengan Allah dibangun atas dasar iman, damai sejahtera dan bersifat kekal.
Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah Anda cukup yakin bahwa Allah menerima Anda dan mengampuni semua dosa Anda?  Jika tidak berarti Anda tak memercayai-Nya. Anda harus yakin bahwa Kristus mengampuni dosa-dosa Anda saat menerima-Nya masuk dalam hidup Anda. Tanpa keyakinan Anda tak berkenan kepada-Nya. Sebab Ibrani 11:6 berkata, ‘Tetapi  tanpa iman tidak mugkin orang berkenan kepada Allah’. Iman berarti mempercayakan hidup sepenuhnya kepada-Nya termasuk didalamnya memercayai penerimaan dan pengampunan-Nya. Percayalah kepada-Nya karena Ia setia pada janji-janji-Nya dalam firman-Nya. Seperti  perumpamaan anak yang hilang, yang   selalu dinanti-nantikan ayahnya untuk kembali demikianlah Allah merindukan kita bersekutu dengan-Nya. Tangan-Nya selalu terbuka menyambut  seberapa pun dalamnya Anda telah jatuh. Atas segala dosa kita Ia mengampuni-Nya sempurna dan tak mengingat-ingatnya lagi.  Saat anda mengaku dosa Ia pasti mengampuni (I Yoh 1:9). Segala bentuk intimidasi dan rasa bersalah setelah itu, itu bukan dari Allah tetapi dari iblis. Karena itu yakinlah akan penerimaan dan pengampunan-Nya maka Anda pun akan bersemangat mengabarkan-Nya. -PRB-