Renungan Minggu
Pdt. Em. Andreas Gunawan

Hidup Yang Mencinta

Alkisah ada seorang pemuda yang berhati sempurna dan ia bisa melihat hati orang lain. Suatu hari bertemulah dengan seorang nenek yang dilihatnya memiliki hati yang bentuknya tidak sempurna namun ukurannya lebih besar. Ketika ditanya, nenek itu menjawab : “ Setiap kali aku mencintai seseorang aku ambilkan secuil dari hatiku untuk orang itu. Dan sebaliknya aku mendapat kembali cinta dari orang lain yang menutup hatiku yang telah aku bagikan.”
Tema ibadah hari ini mengajak kita berbagi cinta kepada semua orang. Petrus yang sangat taat dengan tradisi Yahudi dihadapkan kepada kuasa Allah agar mengevaluasi imannya dalam hikmat Allah dan bukan dengan hikmat manusia. (Kisah Para Rasul 11: 1-18). Petrus menaatinya sehingga dengan demikian Injil tersebar kepada bangsa lain dan cinta meluas tanpa batas.
Dalam Injil Yohanes 13:31-35, Yesus memberikan perintah baru yang diucapkan-Nya setelah Yudas pergi. Perintah itu adalah amanat untuk hidup saling mencinta sama seperti Yesus telah mencintai murid-murid-Nya. Identitas seorang murid Yesus yang benar adalah jikalau murid itu hidup saling mencinta. Hidup yang mencinta itu bukan bahasa manusia layaknya kita hidup bersama di dunia ini.
* Hidup yang mencinta adalah sebuah perintah baru. Yesus mengucapkan-Nya setelah Yudas pergi. Hidup mencinta model Yesus, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang masih setia bergabung dalam persekutuan-Nya bukan mereka yang diluar persekutuan. Lihatlah apa yang dilakukan Yudas kemudian? Yesus mengajarkan kasih sebagai perintah Allah bukan sekedar ajaran moral. Sebuah identitas yang menandai bahwa kita adalah murid-murid-Nya.
* Hidup yang mencinta dimulai dari peristiwa ilahi. Petrus diubah Tuhan untuk bisa menerima “yang baru” melalui sebuah penglihatan dengan meninggalkan kebiasaannya yang kaku. Roh Kudus bekerja dan Petrus tidak bisa mencegah kuasa Allah agar membagikan Injil dan semangat hidup mencinta kepada bangsa-bangsa lain. Hidup mencinta tidak bisa lahir dari manusia berdosa, tetapi dari orang percaya yang diubah oleh Roh Kudus. Apakah Anda termasuk yang telah diubah Tuhan dengan kuasa Roh-Nya?
* Hidup yang mencinta butuh keterbukaan. Sampai tiga kali Tuhan memroses Petrus dengan kuasa Roh Kudus. Dan terjadilah perubahan bagaimana Petrus bersikap kepada orang lain yang berbeda. (AGP)

ORANG YANG HIDUP MENCINTA
AKAN MEMILIKI HATI SEPERTI KRISTUS.
HATI YANG TERLUKA DI KAYU SALIB
DIGANTI DENGAN CINTA UMAT-NYA
YANG MEMULIAKAN DIA.