Renungan Minggu
Christnadi Putra Hendarta

Hidup Yang Memberi Hidup

Roh adalah nafas
Jika Ia telah berhembus
Maka mulut yang kelu berbicara
Jiwa yang takut menjadi berani
Murid yang lemah diubahkan
menjadi Rasul yang tangguh

Roh adalah nafas
Jika Ia telah berhembus
Adakah kau juga bernafas di dalam-Nya,
Bergerak, berkarya bersama-Nya,
dan menjalani hidup
dengan terus mengandalkan-Nya?

Karena Roh adalah nafas.
Maka manusia yang hidup dalam Roh,
senantiasa memberi kehidupan
di manapun ia berada.

**
Puisi di atas kiranya menolong kita untuk melihat peran Roh Kudus di tengah kehidupan kita saat ini. Roh Penolong yang diberikan oleh Allah sendiri bukanlah sesuatu yang kosong ketika kita mengimaninya. Sebaliknya, beriman pada Roh Kudus Sang Penolong itu – seperti yang tersurat dalam puisi di atas – berarti hidup dengan memberi hidup: bagi diri sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan sekitar, bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan, bahkan juga bagi lingkungan hidup yang kini perlu perhatian khusus dari kita. Kata Yesus, “sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu” (Yoh. 14:11b). Kita jadi semangat, optimis, tidak gampang putus asa. Kita jadi berani, penuh belas kasih, dan mau bertindak. Hingga kehidupan kita membawa perubahan baik bagi setiap hal yang ada di sekitar kita. Yang tadinya lemah dan berputus asa, kini beroleh pengharapan dan kekuatan. Yang tadinya hidup dalam permusuhan, kini didamaikan. Yang miskin, tak berdaya, kini dibuat mampu berkarya. Lingkungan yang tadinya rusak, kini kembali pulih.

Sudah menjalani hidup yang memberi hidup? Belum sempurna? Tidak apa-apa, janganlah berputus asa. Roh Kudus senantiasa menolong kita. Ya, datanglah ya Roh Kudus! (XND)

Christnadi Putra Hendarta

About Christnadi Putra Hendarta

-