Renungan Minggu
Pieter Randan Bua

Hidup Berkelimpahan Bersama Komunitas

Lagu Kidung Jemaat 392, ‘Ku berbahagia’ ditulis oleh Fanny Crosby. Crosby mengalami malpraktek oleh dokter yang merawatnya sehingga kehilangan penglihatan seumur hidupnya. Ia menikah dengan pria yang juga tuna netra. Dikaruniai seorang anak tetapi anaknya meninggal saat berumur delapan tahun dan beberapa saat kemudian juga ditinggal suaminya untuk selama-lamanya. Crosby mengalami masa-masa yang sangat sulit dalam hidupnya karena ditinggalkan orang-orang sangat dikasihinya. Tetapi dalam kesulitan dan penderitaan itu ia menciptakan lagu-lagu yang menguatkan jutaan orang di seluruh dunia. Selama hidupnya ia menciptakan lebih dari 8000 judul lagu salah satunya adalah ‘Ku berbahagia’.
Anda mungkin pernah mendengar lirik lagu ini, ‘aku tak sanggup lagi menerima derita ini…’ dari Grup D’Lloyd. Lagu yang juga mungkin mewakili jeritan hati banyak orang yang mengalami kesulitan hidup. Anda mungkin pernah menyanyikannya. Tak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan dari kita akan terpuruk dan kehilangan harapan saat derita bertubi-tubi datang. Saat kehilangan orang-orang yang dikasihi atau hal yang paling berharga dalam hidup kita. Kita kecewa, sensitif dan gampang menyalahkan orang lain bahkan mungkin Tuhan. Tetapi mereka yang memercayai rencana baik Allah akan bersikap seperti Crosby. Mengubah penderitaan dan kesedihan menjadi pujian kepada Allah yang menguatkan dirinya  dan orang lain. Dalam diri Crosby tercermin hidup yang berkelimpahan. Tetap bahagia walaupun kondisinya tak memungkinkan.
Lalu bagaimana dengan kita? Kristus berkata, ‘Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan’. Artinya hidup yang berarti dan penuh kebahagiaan. Jadi, siapa pun yang ada dalam Kristus akan mengalami hal ini. Tak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga membagikannya kepada orang lain. Tak ada yang dapat menghambat dan menghentikannya. Termasuk nyawanya akan diberikan kepada mereka yang dikasihi. Seperti Kristus dan para rasul melakukannya, demikian pula mereka yang menjadikan Kristus sebagai prioritas utama dalam hidupnya pasti melakukannya. Sebab mereka yang dipimpin oleh Kristus kesukaannya adalah berkorban dan berbahagia dalam segala situasi. Ia mengasihi bukan hanya dengan perkataan tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Dalam kekurangan dan keterbatasan ia akan tetap berbagi dan berbahagia. Itulah kelimpahan sejati. Itu Anda kan? -PRB-