Renungan Minggu
Pdt. Em. Wibisono Siswanto

Firman Yang Menumbuhkan Belas Kasih

Apakah tandanya seseorang dapat dikatakan sebagai anak Tuhan yang  mengenal Allah dengan baik?
Dia tidak hanya mengasihi Allah tapi juga sesamanya. Gereja yg hidup adalah Gereja yg bukan sekedar memperhatikan aspek  ritual – religiusitas tetapi Gereja yg menghadirkan Kasih dalam kehidupan spiritualnya.

Syarat untuk mendapatkan hidup yang kekal itu adalah : “: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Dalam rangka kasih kepada Allah kita beribadah, kita mendengar Firman Tuhan namun mendengar dan mempelajari bukan sekedar agar kelihatan saleh, atau pintar dalam kehidupan rohani. Percuma kita beribadah, mendengar Firman atau mempelajari Firman Tuhan tetapi Firman Tuhan tidak mengubah apa apa dalam hidup kita. Alangkah ironisnya kalau Firman Tuhan tak membuat kita memiliki belas kasihan.
Tuhan Yesus mengkritik dengan tajam perilaku yg demikian, Yesus memakai perumpamaan orang Samaria yg baik hati.
Sungguh ironis, respon atau tindakan seorang Imam dan seorang Lewi yg memiliki pengetahuan yg luar biasa tentang Hukum Taurat terhadap orang yang membutuhkan pertolongan dibandingkan dengan seorang Samaria yang  dianggap najis oleh orang Yahudi, tak memiliki pengetahuan tentang hukum Taurat namun dengan spontan melakukan tindakan kasih.
Bila kita begitu mengasihi Allah tetapi tak ada belas kasihan kepada sesama kita, berarti ada yg salah dalam kita beribadah

Belas Kasihan  adalah suatu tindakan nyata, bukan sekedar konsep iman, Firman itu menumbuhkan belas kasihan. ,
belas kasihan itu menghadirkan keteladanan, dan keteladanan itu menghadirkan kerajaan Allah.
(WS)