Renungan Minggu
Pdt. Ibu Rinta Kurniawati Gunawan

Dimampukan Untuk Bersama Menjadi Saksi- Nya

Sekitar 10 tahun belakangan ini, saya menjumpai bahwa hampir di setiap acara retreat yang diadakan gereja ataupun acara pembinaan yang diselenggarakan lembaga lainnya, selalu menyelipkan kegiatan outbond di dalamnya (bentuk kegiatan di luar ruangan, biasanya dilakukan dalam kelompok dengan permainan yang menantang). Tujuannya adalah untuk melatih kerjasama tim melalui kegiatan yang menyenangkan, sehingga diharapkan ketika mereka masuk kembali dalam dunia kerja atau pelayanan, mereka bisa memiliki sikap kerjasama yang baik dengan rekan-rekannya. Tentu saja ini merupakan kegiatan yang positif. Namun di sisi lain hal ini menunjukkan bahwa kerjasama merupakan hal yang mendesak untuk dipelajari karena ternyata banyak orang belum bisa melakukannya, bahkan dengan rekan dalam satu lingkungan yang selama ini telah bersama-sama bekerja dengannya.
Masalah kerjasama ini merupakan masalah klasik. Dari sejak zaman Perjanjian Lama, para penulis telah mencatatkan adanya kesulitan untuk membangun teamwork yang sehat. Selalu saja muncul prasangka negatif terhadap orang lain (Bil 11 : 27-28), atau keinginan untuk terlihat lebih hebat dari yang lain seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula di Korintus. Oleh karena itu Paulus mengingatkan jemaat bahwa sekalipun ada berbagai karunia, namun Tuhan yang mengaruniakan semuanya itu adalah satu (I Kor 12 : 4-6), dan bahwa kepelbagaian karunia tersebut haruslah digunakan untuk kepentingan bersama (I Kor 12 : 7). Dengan kata lain, karunia rohani yang beraneka ragam itu hendaknya dipakai untuk memuliakan nama Tuhan (Sang Pemberi karunia) dengan cara mengerjakan tugas panggilan yang diberikan oleh-Nya.
Dalam rangka memperingati Pentakosta hari ini, hendaklah kita juga ingat akan tugas pengutusan yang diberikan Tuhan kepada kita. Tugas itu tidak mudah, yakni mengabarkan Injil-Nya sampai ujung bumi. Maka Tuhan memperlengkapi kita dengan kuasa Roh-Nya yang kudus serta kehadiran saudara-saudara seiman. Oleh karena itu marilah kita mengembangkan sikap bekerja sama dengan hati yang tulus (bukan sekedar sama-sama bekerja!) sambil terus mengasah karunia yang Tuhan sudah berikan, sehingga tugas itu bisa segera dituntaskan. God bless you! (RKG)