Renungan Minggu
Pdt. Em. Wibisono Siswanto

Dasar Keharmonisan Keluarga Kristen

Matius 22 : 37-40

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Dua perintah utama yang sering kita dengar namun sulit untuk dilaksanakan secara sempurna, terasa sangat akrab di telinga kita, karena sering kita dengar dan sering didengungkan dari mimbar.
Mencari kehidupan pasangan suami istri yang harmonis semakin lama semakin sulit. Betapa ironisnya melihat banyak pasangan yang menghabiskan masa pacarannya jauh lebih lama dibandingkan masa pernikahannya. Dan itu mungkin sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.
Bayangkan betapa hangatnya suasana di rumah apabila pasangan suami istri, orang tua dan anak menerapkan Hukum Kasih dalam hidup berkeluarga.
Jangankan romantis, tidak bertengkar saja sehari sudah luar biasa. Sulit memang mencari titik temu antara dua pribadi yang berbeda. Semirip-miripnya sifat sepasang manusia, tetap saja ada hal yang berbeda di antara keduanya. Kembar sekalipun demikian. Sulit, itu pasti. Tetapi bukan berarti tidak bisa.
Bila kita mau menerapkan Hukum Kasih dalam hidup berumah tangga dan tidak  menempatkan egoisme diri kita secara berlebihan serta tidak menyalahgunakannya hikmat demi kepentingan diri sendiri maka keharmonisan rumah tangga akan tercipta.
Keharmonisan rumah tangga bukanlah tergantung dari lamanya usia pernikahan, tetapi tergantung dari bagaimana kita sendiri menyikapinya. Kasihilah pasanganmu, kasihilah anggota keluargamu, anak atau orang tuamu  seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.

(WS)