arsip

Renungan Minggu

This category contains 366 posts

Pernikahan : Antara Idealisme Dan Realitas

Sebuah pepatah kuno mengatakan kalau mencari jodoh harus dilihat dulu bibit, bebet, bobotnya. Kalau bisa bibit anak orang kaya raya agar hidupmu enak. Apalagi kalau dia orang yang memiliki jabatan, pasti hidupmu sejahtera. Bahkan ada orang tua yang berpesan, “Lebih baik kamu jangan baptis dulu agar nanti kamu bisa dengan mudah mengikuti agama suamimu.” Manusia … Continue reading »

Yesus Di Kantong Atau Di Hati ?

Apa yang dicari orang? Apa yang dicari orang? Apa yang dicari orang pagi, siang, sore malam? Uang, uang, uang, bukan Tuhan Yesus. Apa yang dicari Tuhan? Apa yang dicari Tuhan? Apa yang dicari Tuhan pagi, siang, sore, malam? Saya, saya, saya orang yang berdosa. Lagu rohani anak tersebut sederhana, namun cukup menyentil. Banyak orang yang … Continue reading »

Monopoli Pembatas Karya Allah

Aku Ketika semua dimulai dengan kata “aku” Dan hanya berisi dengan “aku” Maka lihatlah, jurang “keakuan” itu menganga Meneriakkan suatu kebohongan terbesar Bahwa dunia ini hanya ada “aku” Dan “diriku” Dan “kehidupanku” Tidak ada yang lain Jurang itu memanggil “Aku” Untuk jatuh ke dalamnya Dan selamanya terbenam di dalamnya Karena semua dimulai dengan kata “aku” … Continue reading »

Melawan Nafsu Dunia Dengan Hikmat Allah

Lebih mudah untuk terlihat benar daripada sungguh-sungguh benar. Nafsu kedagingan yang hina bisa dipertontonkan di hadapan begitu banyak orang tanpa ada celaan atau pertentangan hanya karena nafsu ini dibalut dalam jubah kebijaksanaan alias hikmat. Padahal, kejahatan biasanya dilakukan di tempat-tempat tersembunyi. Hikmat manusia yang terbatas pada akhirnya menjadi rabun untuk melihat mana yang sungguh-sungguh adalah … Continue reading »

Menjaga Perkataan, Mengikut Tuhan

Terkadang saya berpikir, apakah lidah memiliki otak sendiri. Bagi yang mengerti biologi atau yang menempuh jurusan kedokteran, tolong bantu jelaskan pada saya: apakah lidah punya otaknya sendiri? Karena kelihatannya, kata-kata bisa meluncur begitu saja bahkan sebelum seseorang sempat memikirkannya! Di mana kata-kata itu dihasilkan? Otak yang mana yang dipakai untuk mengolah hal itu? Ya, saya … Continue reading »

Berkarya Melampaui Sekat Duniawi

Suatu saat, seorang perempuan Siro-Fenisia datang kepada Yesus dan memohon supaya Yesus mengusir setan dari anaknya. Yesus kemudian berkata “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Perempuan itu menjawab Yesus dengan mengatakan bahwa anjing pun boleh makan remah-remah yang jatuh dari meja. Mendengar itu, Yesus … Continue reading »

Integritas Vs Kemunafikan

Pilih berintegritas atau menjadi manusia yang munafik. Kita buat sederhana: maukah kita hidup sesuai dengan apa yang menjadi identitas kita, bahkan yang terus menerus kita katakan, bahwa kita adalah umat Allah dan berpegang pada perintah Allah. Mereka yang tidak munafik itu menjunjung tinggi yang namanya setia. Seperti yang Ulangan 4:2, 6a katakan, “Janganlah kamu menambahi … Continue reading »

Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa

Sebuah gereja…… haruskah menjadi eksklusif atau inklusif? Umat Kristen….. haruskah fanatik atau moderat? Di tengah kemajemukan negeri ini, ditambah dengan munculnya radikalisme dewasa ini, rasanya sangat tidak bijaksana jika kita – kaum minoritas – mengembangkan sikap eksklusif dan fanatik. Jika gereja mau tetap ada di Indonesia dengan kondisi baik-baik saja, bukanlah lebih elok kalau kita … Continue reading »

Roti Yang Mendatangkan Hikmat

Kebanyakan orang yang berulang tahun, ketika ditanya apa harapannya ke depan, hampir selalu menjawab ingin sukses dan menjadi orang yang berguna. Tentu itu jawaban yang baik. Selain berpikir untuk diri sendiri, mereka juga berpikir tentang orang lain, sebab menjadi berguna berarti melakukan karya bagi sesama. Tapi sayangnya, seringkali jawaban itu hanya menjadi kalimat klise semata. … Continue reading »

Sang Roti Hidup Memberi Kehidupan

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi Aku tenggelam dalam lautan luka dalam Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpamu butiran debu Refrein dari lagu Butiran Debu di atas mengungkapkan perasaan seseorang yang baru patah hati karena ditinggal kekasih hatinya. Ia menjadi sangat lemah dan tak berdaya, bahkan merasa dirinya tak ada … Continue reading »