arsip

Pieter Randan Bua

Pieter Randan Bua has written 48 posts for GKI Peterongan Semarang

Suara Rakyat, Suara Tuhan?

Beberapa orang Kristen perdana di Roma mulai memegahkan diri sehubungan dengan kelahiran baru dalam Kristus. Mereka beranggapan bahwa karena telah menjadi warga dunia lain maka tak perlu lagi tunduk kepada pemerintah. Paulus yang mendengar hal ini khawatir akan munculnya huru hara perlawanan kepada pemerintah karena itu ia menyampaikan nasihat bahwa pemerintah itu ditetapkan oleh Allah … Continue reading »

Berbahagialah Yang Mengandalkan Tuhan

Yeremia lahir dan dibesarkan pada zaman pemerintahan Raja Manasye yang jahat. Ia memulai pelayanannya sebagai nabi bagi Yehuda pada tahun ke-13 pemerintahan Raja Yosia, dan ia ikut mendukung gerakan pembaharuan rohani yang dilakukan oleh Yosia. Namun gerakan itu tak menghasilkan perubahan yang sungguh – sungguh bagi bangsanya. Lalu ia mengingatkan bahwa jika tidak ada pertobatan … Continue reading »

Menyelami Jalan Panggilan Allah

Pernahkah membaca lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan? Coba perhatikan kriteria yang tercatat di sana! Sebagian besar lowongan itu melampirkan kriteria yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar. Misalnya kemampuan khusus yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang dimaksud seperti menguasai komputer, bisa bahasa Inggris, sarjana, dll. Disamping itu ada syarat – syarat lain misal jujur, berintegritas, pekerja keras, … Continue reading »

Kasih Tanpa Batas

Dalam Kitab Perjanjian Lama kasih karunia diambil dari kata Ibrani yaitu khen. Khen artinya perbuatan seorang atasan (dapat juga Allah) yang menunjukkan kepada bawahannya kasih karunia padahal bawahannya itu tidak layak untuk menerimanya. Sedangkan dalam Perjanjian Baru diambil dari kata Yunani yaitu kharis dengan kata kerja kharizesthai yang dipakai untuk menunjukkan arti pengampunan dari manusia … Continue reading »

Dalam Badai Tuhan Bertindak

Ayub adalah orang yang berbudi baik dan mempunyai kekayaan yang sangat banyak tetapi kemudian mengalami musibah yang hebat. Ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya. Ia dihinggapi penyakit kulit yang menjijikkan. Teman – teman Ayub menurut agama tradisional menjelaskan bahwa orang mengalami penderitaan itu karena hukuman Allah atas perbuatan jahatnya. Bildad salah satu temannya … Continue reading »

Usia Indah

Bagi orang Yunani kuno pohon sesawi dianggap sebagai pohon keramat. Karena itulah mereka memakainya dalam pemujaan dewa mereka. Dewa Afrodite atau Dewi Cinta. Bagi orang Israel pohon sesawi memiliki arti penting. Dahan – dahannya digunakan membuat pondok pada Hari Raya Pondok Daun. Pohon ini mengingatkan Bangsa Israel kebaikan Allah. Pohon sesawi, meski kecil tetapi daunnya … Continue reading »

Bila Ditolak Dan Dilukai

Pada tahun 60-an masehi, orang – orang percaya diperlakukan secara kejam olah masyarakat lainnya. Banyak di antara mereka yang disiksa dan dibunuh di bawah pemerintahan Kaisar Nero, termasuk Petrus dan Paulus. Yohanes Markus yang hidup di zaman itu digerakkan untuk menulis Injil Markus. Maksudnya sebagai tanggapan penggembalaan terhadap penganiayaan ini. Ia ingin agar dasar iman … Continue reading »

Sabat Untuk Semua

Syabat berarti berhenti atau melepaskan. Alkitab mencatat bahwa satu dari tujuh hari harus diindahkan sebagai hari suci bagi Allah. Karena Allah berhenti dari pekerjaan-Nya dalam penciptaan. Istilah sabat adalah istilah yang sangat manusiawi, sebab Allah bukanlah pekerja yang lelah, yang memerlukan istirahat. Pola ini ditetapkan Allah untuk diikuti manusia. Sabat di Alkitab juga dikaitkan langsung … Continue reading »

Keluarga Yang Menerangi Dunia

Yesaya hidup sebagai nabi pada saat Uzia, Yotam, Hizkia dan Ahas menjadi raja di Yehuda. Pada zaman itu bangsa Yehuda berhadapan dengan kekuatan besar bangsa Asyur, Aram dan saudara mereka sendiri Israel dari Utara. Mereka hidup dalam tekanan dan ancaman sehingga memaksa mereka mencari bantuan ke bangsa-bangsa lain. Tak hanya itu mereka ikut mempraktekkan ritual-ritual … Continue reading »

Keluarga Yang Menghadirkan Kasih

Pelayanan Paulus di Tesalonika tidaklah sia-sia. Namun setelah kepergiannya ia mendengar tuduhan-tuduhan yang miring tentang dirinya. Maksudnya agar orang-orang baru bertobat goyah imannya. Ia disamakan dengan pengkhotbah-pengkhotbah luar yang datang ke Tesalonika, yang mencoba memikat para pendengarnya demi keuntungan pribadi. Paulus yang mendengar hal itu menangkisnya dengan tegas. Bahwa ia melayani di Tesalonika dengan berusaha … Continue reading »