arsip

Christnadi Putra Hendarta

-
Christnadi Putra Hendarta has written 22 posts for GKI Peterongan Semarang

Hidup Dalam Pengenalan Akan Kristus

Berbahagialah Yang Mengandalkan Tuhan

Sapaan Dalam Keluarga

Pada hari Minggu pertama sesudah Natal ini, dua kisah masa kecil dari tokoh besar Alkitab diceritakan kembali. Keduanya memiliki narasi dan latar cerita yang berbeda. Kisah Samuel kecil mengambil latar tempat kemah pertemuan di Silo wilayah Samaria, yang kalau kita telusuri ke belakang, kemah pertemuan itu sudah ada sejak zaman Yosua (Yos.18:1). Sedangkan kisah Yesus … Continue reading »

Sapaan Persaudaraan

Duduklah Jikalau bisa Atau meniaraplah Jikalau bisa Agar kau menjadi setara Dengan mereka yang berlutut dalam belenggu Atau dengan mereka yang rebah Tak berdaya Berdirilah ketika mereka berdiri Melonjaklah dalam sukacita Ketika mereka melompat-lompat kegirangan Agar kau menjadi setara Hingga tidak ada lagi yang terkecil Dan tidak ada lagi yang termulia Karena dari “yang terkecil” … Continue reading »

Sapaan Pemulihan

Akulah yang bertanya, mewakili orang-orang yang mendesakku dari belakang: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?” Suatu tanya yang muncul setelah mendengar teguran keras sang nabi. Ya, nabi itu, yang rupanya seperti Elia, berseru dan menegur kami dengan lantang, ketika kami sedang berlari-lari ke arahnya untuk minta dibaptis. Beberapa orang kemudian tertusuk hatinya. Beberapa orang … Continue reading »

Sapaan Perubahan

Yohanes berseru: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Lukas 3:3b-4). Terdengar seperti berita yang biasa kita dengar tiap tahun, bukan? Apa yang spesial dari ayat-ayat ini? Perhatikan ini: ternyata, cara … Continue reading »

Sapaan Pengingat

“Hai!” “Oh, hai!” “Masih ingat?” “Mmm… hmm…” Percakapan ini cukup mengesalkan baik bagi yang menyapa, maupun yang disapa. Karena bagi yang menyapa, ia tentu berasumsi bahwa yang diajaknya bicara juga ingat seperti dia; tahu sesuatu yang ia bicarakan atau yang hendak dibicarakan. Sebaliknya bagi yang disapa, ia harus mengingat sesuatu yang sudah… dilupakannya! Karena itu, … Continue reading »

Monopoli Pembatas Karya Allah

Aku Ketika semua dimulai dengan kata “aku” Dan hanya berisi dengan “aku” Maka lihatlah, jurang “keakuan” itu menganga Meneriakkan suatu kebohongan terbesar Bahwa dunia ini hanya ada “aku” Dan “diriku” Dan “kehidupanku” Tidak ada yang lain Jurang itu memanggil “Aku” Untuk jatuh ke dalamnya Dan selamanya terbenam di dalamnya Karena semua dimulai dengan kata “aku” … Continue reading »

Melawan Nafsu Dunia Dengan Hikmat Allah

Lebih mudah untuk terlihat benar daripada sungguh-sungguh benar. Nafsu kedagingan yang hina bisa dipertontonkan di hadapan begitu banyak orang tanpa ada celaan atau pertentangan hanya karena nafsu ini dibalut dalam jubah kebijaksanaan alias hikmat. Padahal, kejahatan biasanya dilakukan di tempat-tempat tersembunyi. Hikmat manusia yang terbatas pada akhirnya menjadi rabun untuk melihat mana yang sungguh-sungguh adalah … Continue reading »

Menjaga Perkataan, Mengikut Tuhan

Terkadang saya berpikir, apakah lidah memiliki otak sendiri. Bagi yang mengerti biologi atau yang menempuh jurusan kedokteran, tolong bantu jelaskan pada saya: apakah lidah punya otaknya sendiri? Karena kelihatannya, kata-kata bisa meluncur begitu saja bahkan sebelum seseorang sempat memikirkannya! Di mana kata-kata itu dihasilkan? Otak yang mana yang dipakai untuk mengolah hal itu? Ya, saya … Continue reading »