arsip

Archive for 2019

Kuasa: Menindas Atau Memberkati?

Kuasa : Menindas Atau Memberkati ?

Bila kita melihat realitas soasial yang terjadi ternyata teridentifikasi bahwa setiap orang memiliki keinginan untuk berkuasa. Dan keinginan berkuasa ini terjadi diberbagai level kehidupan, entah itu dipemerintahan, dibidang profesi, dan bahkan telah merambah dibidang keagamaan. Dalam tingkat pemerintahan sudah jelas orang berebut kekuasaan tertinggi, namun dalam tingkat asisten rumah tangga ternyata tidak lepas dari kekuasaan … Continue reading »

Cari Atau Biarkan

Cari Atau Biarkan

Polemik akhir-akhir ini yang sedang ramai di media sosial ataupun dunia maya, adalah perseteruan antara KPAI dan PB Djarum dimana PB Djarum menghentikan audisi pencarian bibit-bibit muda para calon pebulutangkis Indonesia. Banyak orang yang menyayangkan penghentian audisi tersebut karena kegiatan ini  merupakan langkah awal yang akan menentukan kemajuan olah raga bulu tangkis Indonesia di perhelatan … Continue reading »

Melepaskan Kemelekatan

Melepas Kemelekatan

Menurut saudara dimanakah letak harga seorang manusia ? Pada kepribadiannya….atau pada apa yang dimiliki olehnya, harta kekayaannya, pangkat dan jabatannya, titelnya serta yang lainnya yang dalam ukuran dunia menjadi syarat bagi seseorang cukup untuk dihargai.  Mungkin kita akan menjawab bahwa harga manusia terletak pada harkat dan martabatnya sebagai ciptaan Tuhan. Benar sekali jawabannya…….namun dalam kenyataannya … Continue reading »

Tuhan Meninggikan Orang Yang Rendah Hati

Tuhan Meninggikan Orang Yang Rendah Hati

Saudara pernah marah-tersinggung hanya karena sebuah kata yang ketus? Bahkan mungkin  saudara sakit hati sampai bertahun-tahun. Apa yang menyebabkan orang marah-tersinggung? Mungkin kita akan menjawab kata-kata itu sungguh amat menyakitkan. Benarkah  kata-kata itu yang menyakitkan ? Atau pribadi kitakah yang lemah ? Bukan….. Mungkin kita bukanlah pribadi yang lemah dan kata-kata ketus itupun tidak ada … Continue reading »

Tuhan, Pulihkan Kami

Tuhan, Pulihkan Kami

Sesudah kejatuhan Yerusalem 586 SM maka menjadi kebiasaan Yehuda melakukan puasa dalam bulan keempat, kelima, ketujuh dan kesepuluh (Zak 8:19). Puasa itu dirayakan dengan kegirangan dan sukacita sebagai wujud kecintaan terhadap kebenaran dan kedamaian. Mereka mempersembahkan kurban dan melakukan upacara – upacara keagamaan dengan disiplin. Meski demikian keadaan bangsa itu tak kunjung merasakan kedamaian dan … Continue reading »