arsip

Archive for

Monopoli Pembatas Karya Allah

Monopoli Pembatas Karya Allah

Aku Ketika semua dimulai dengan kata “aku” Dan hanya berisi dengan “aku” Maka lihatlah, jurang “keakuan” itu menganga Meneriakkan suatu kebohongan terbesar Bahwa dunia ini hanya ada “aku” Dan “diriku” Dan “kehidupanku” Tidak ada yang lain Jurang itu memanggil “Aku” Untuk jatuh ke dalamnya Dan selamanya terbenam di dalamnya Karena semua dimulai dengan kata “aku” … Continue reading »

Melawan Nafsu Dunia Dengan Hikmat Allah

Melawan Nafsu Dunia Dengan Hikmat Allah

Lebih mudah untuk terlihat benar daripada sungguh-sungguh benar. Nafsu kedagingan yang hina bisa dipertontonkan di hadapan begitu banyak orang tanpa ada celaan atau pertentangan hanya karena nafsu ini dibalut dalam jubah kebijaksanaan alias hikmat. Padahal, kejahatan biasanya dilakukan di tempat-tempat tersembunyi. Hikmat manusia yang terbatas pada akhirnya menjadi rabun untuk melihat mana yang sungguh-sungguh adalah … Continue reading »

Menjaga Perkataan, Mengikut Tuhan

Menjaga Perkataan, Mengikut Tuhan

Terkadang saya berpikir, apakah lidah memiliki otak sendiri. Bagi yang mengerti biologi atau yang menempuh jurusan kedokteran, tolong bantu jelaskan pada saya: apakah lidah punya otaknya sendiri? Karena kelihatannya, kata-kata bisa meluncur begitu saja bahkan sebelum seseorang sempat memikirkannya! Di mana kata-kata itu dihasilkan? Otak yang mana yang dipakai untuk mengolah hal itu? Ya, saya … Continue reading »

Berkarya Melampaui Sekat Duniawi

Berkarya Melampaui Sekat Duniawi

Suatu saat, seorang perempuan Siro-Fenisia datang kepada Yesus dan memohon supaya Yesus mengusir setan dari anaknya. Yesus kemudian berkata “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Perempuan itu menjawab Yesus dengan mengatakan bahwa anjing pun boleh makan remah-remah yang jatuh dari meja. Mendengar itu, Yesus … Continue reading »

Integritas Vs Kemunafikan

Integritas Vs Kemunafikan

Pilih berintegritas atau menjadi manusia yang munafik. Kita buat sederhana: maukah kita hidup sesuai dengan apa yang menjadi identitas kita, bahkan yang terus menerus kita katakan, bahwa kita adalah umat Allah dan berpegang pada perintah Allah. Mereka yang tidak munafik itu menjunjung tinggi yang namanya setia. Seperti yang Ulangan 4:2, 6a katakan, “Janganlah kamu menambahi … Continue reading »