arsip

Archive for

Persembahan Yang Tulus

Persembahan Yang Tulus

Seusai ibadah seorang ibu tua sederhana datang ke konsistori meminta pengembalian sebagian uangnya yang dimasukkan ke kantong kolekte karena salah memberi. Seharusnya hanya Rp.10.000, tetapi keliru memasukkan lembaran Rp.50.000,- .Minta pengembalian Rp.40.000,- disertai permohonan maaf karena mendadak kantong persembahan tiba-tiba sudah disodorkan didepannya. Majelis memakluminya. Beda dengan janda yang dilihat Tuhan Yesus ketika mempersembahkan uangnya … Continue reading »

Hukum Yang Memberdayakan, Bukan Menindas

Hukum Yang Memberdayakan, Bukan Menindas

Hukum adalah Peraturan yang membuat hidup menjadi tertib, aman dan damai.Hukum dalam P.L. adalah Peraturan Allah yang tertulis dalam Kitab Taurat. Di zaman Tuhan Yesus, Hukum Allah itu ditambahi dengan peraturan-peraturan yang memberatkan. Setiap orang yang bisa melakukan semuanya akan dipuji kesalehannya. Tuhan Yesus berkata bahwa Dia datang bukan meniadakan Taurat, melainkan untuk menggenapinya (Mat … Continue reading »

Gereja Dalam Keluarga, Keluarga Dalam Gereja

Gereja Dalam Keluarga, Keluarga Dalam Gereja

“Gereja bukanlah gedungnya dan bukan juga menaranya. Bukalah pintunya, lihat di dalamnya. Gereja adalah orangnya.” Demikian bunyi lagu rohani anak sederhana yang menyatakan bahwa gereja itu adalah orangnya. Setiap orang percaya mengambil bagian dalam tubuh dan darah Kristus sehingga dipersatukan dalam satu keluarga Allah. Keluarga Allah pun terdiri dari banyak keluarga, sebagai institusi terkecil yang … Continue reading »

Keluarga : Membangun Koneksi Atau Relasi

Keluarga : Membangun Koneksi Atau Relasi ?

Relasi keluarga seharusnya menjadi relasi yang paling dekat, namun terkadang malah bisa menjadi relasi yang paling jauh. Warisan bisa membuat saudara kandung menjadi musuh bebuyutan, beda pendapat bisa membuat seorang anak lari meninggalkan orangtuanya. Bahkan ada orang-orang yang lebih suka minta tolong pada sahabat ketimbang saudara karena saudaranya malah cenderung menyalahkannya atas persoalan yang menimpanya … Continue reading »

Pernikahan : Antara Idealisme Dan Realitas

Pernikahan : Antara Idealisme Dan Realitas

Sebuah pepatah kuno mengatakan kalau mencari jodoh harus dilihat dulu bibit, bebet, bobotnya. Kalau bisa bibit anak orang kaya raya agar hidupmu enak. Apalagi kalau dia orang yang memiliki jabatan, pasti hidupmu sejahtera. Bahkan ada orang tua yang berpesan, “Lebih baik kamu jangan baptis dulu agar nanti kamu bisa dengan mudah mengikuti agama suamimu.” Manusia … Continue reading »