arsip

Archive for

Hidup Yang Bertanggung Jawab

Hidup Yang Bertanggung Jawab

Ketika berbicara masalah Hidup Yang Bertanggung Jawab, maka kita dapat melihat dinamika yang terjadi beberapa hari belakang ini, diantaranya para wakil rakyat yang tidak gentleman datang menghadap KPK untuk diperiksa dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang pernah dilakukannya. Mereka selalu berlindung dibalik alasan-alasan hukum dan administrasi agar dapat lepas dari pemeriksaan. Dalam hal ini … Continue reading »

Hari Tuhan

Hari Tuhan

Ada sebuah kisah tentang hari kiamat. Suatu ketika Tuhan memanggil para pemimpin negara Presiden AS, Cina, dan Indonesia untuk menyampaikan bahwa Ia sudah muak dan memutuskan dalam tiga hari dunia akan kiamat. Tiga pemimpin ini disuruh kembali ke negaranya untuk menyampaikan keputusan Tuhan kepada rakyat mereka masing-masing. Ketiga pemimpin pulang ke negara masing-masing sambil putar … Continue reading »

Tidak Aji Mumpung

Tidak Aji Mumpung

Ada lirik lagu yang diciptakan oleh Guruh Soekarno Putra dengan judul “AJI MUMPUNG” yang mengatakan demikian: Di suatu zaman orang pada gila-gilaan saling cari kesempatan dalam kesempitan Memupuk kekayaan mengejar kedudukan berlomba mumpung ada kesempatan, kesempatan, mumpung ada kesempatan Semua orang ingin mendapat kemuliaan sayang banyak yang t’lah melupakan kebajikan. Korbankan harga diri menjadi lupa … Continue reading »

Keluarga Yang Menerangi Dunia

Keluarga Yang Menerangi Dunia

Yesaya hidup sebagai nabi pada saat Uzia, Yotam, Hizkia dan Ahas menjadi raja di Yehuda. Pada zaman itu bangsa Yehuda berhadapan dengan kekuatan besar bangsa Asyur, Aram dan saudara mereka sendiri Israel dari Utara. Mereka hidup dalam tekanan dan ancaman sehingga memaksa mereka mencari bantuan ke bangsa-bangsa lain. Tak hanya itu mereka ikut mempraktekkan ritual-ritual … Continue reading »

Keluarga Yang Menghadirkan Kasih

Keluarga Yang Menghadirkan Kasih

Pelayanan Paulus di Tesalonika tidaklah sia-sia. Namun setelah kepergiannya ia mendengar tuduhan-tuduhan yang miring tentang dirinya. Maksudnya agar orang-orang baru bertobat goyah imannya. Ia disamakan dengan pengkhotbah-pengkhotbah luar yang datang ke Tesalonika, yang mencoba memikat para pendengarnya demi keuntungan pribadi. Paulus yang mendengar hal itu menangkisnya dengan tegas. Bahwa ia melayani di Tesalonika dengan berusaha … Continue reading »