arsip

Archive for

Menghakimi Atau Introspeksi Diri?

“Para pelajar dilarang merayakan Valentine’s Day dengan pesta hura-hura, karena dapat merusak moral dan budaya ketimuran bangsa kita,” demikian seruan walikota Makassar. Seorang psikolog sosial bertanya: benarkah perayaan Valentine bisa merusak moral? Pesta hura-hura pelajar tokh bisa dilakukan kapan saja, di luar hari Valentine. Lagipula yang merusak moral biasanya bukan pelajar yang pesta hura-hura di … Continue reading »

Tetap Teguh Karena Tidak Takut Diancam

“Tinggalkanlah tempat ini… Herodes hendak membunuh engkau,” kata orang-orang Farisi kepada Yesus (Luk 13:31). Tumben. Biasanya mereka antipati kepada Yesus. Koq kali ini memberi “saran simpatik”? Sebenarnya ini ancaman terselubung. Yesus ditakut-takuti untuk pergi bersembunyi. Jika Yesus takut lantas pergi, apa jadinya? Populeritas orang-orang Farisi yang selama ini anjlok gara-gara kehadiran Yesus, bakal naik lagi. … Continue reading »

Menang Atas Pencobaan

Si Dani menyontek, lalu dihukum gurunya. Temannya berujar: “Kamu ‘kan anak Polisi? Suruh saja ayahmu datang dan memarahi Pak guru. Pasti nanti dia takut   dan kapok menghukummu lagi.”  Teman ini tahu bahwa sebagai “anak Polisi”, Dani punya kuasa. Dani bisa saja membujuk ayahnya memanfaatkan kuasanya bagi kepentingannya. Ia dicobai untuk menyalahgunakan kuasa yang melekat pada … Continue reading »

Mengalami Kemuliaan Allah Dalam Kristus

Transfigurasi: Melihat Kemuliaan Allah

Suatu ketika, saat mengunjungi galeri lukisan, seorang lelaki menghampiri kami lalu mengajak ngobrol tentang tiap lukisan klasik di museum itu. Kami pikir dia pecinta lukisan kesepian yang butuh teman. Jadi, kami berbincang sambil melihat-lihat. Setelah hampir selesai, kami membaca brosur berisi sejarah museum itu. Kami kaget. Disitu ada foto dirinya. Baru kami sadar, ternyata ia … Continue reading »