Renungan Minggu

Roti Hidup Sumber Kekuatanku

Tidak sedikit orang berdiam diri ketika menghadapi masalah. Hingga suatu saat, tidak lagi mampu ia menahannya hingga memutuskan untuk bunuh diri. Mengapa bunuh diri bisa terjadi? Sebagian besar karena masalah tersebut disimpan sendiri, tidak diceritakan kepada teman atau keluarga. Terlebih dari semuanya, orang bisa bunuh diri karena merasa bahwa Tuhan yang Maha Kuasa dan Sumber Kekuatan itu tidak sanggup menolong mereka. Jalan satu-satunya menghindari masalah atau pergumulan hidup yang berat adalah dengan mati. Bisa jadi ini juga yang terjadi pada nabi Elia, salah satu nabi hebat dalam Perjanjian Lama. Tampak ironis, setelah melakukan mujizat luar biasa ketika bertanding dengan 450 orang nabi Baal, untuk membuktikan siapa Tuhan sesungguhnya, ia justru ketakutan dan putus asa dengan ancaman Ratu Izebel. Elia mengungsi, seorang diri di padang gurun. Ia meminta agar Tuhan Allah mengambil nyawanya. Elia seakan lupa bahwa  Allah yang ia bela itu Maha Kuasa. Dalam perikop Injil kita, Yesus tidak dipercaya bahkan ditolak oleh orang Yahudi. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah utusan Bapa (ay.44), sebab yang mereka tahu Yesus adalah anak Yusuf (si tukang kayu). Mereka bersungut-sungut.

Bergaullah akrab dengan Allah, Sumber Kekuatan kita! Sumber artinya yang utama, bahkan satu-satunya. Jangan seperti Elia yang melihat masalah hidup lebih berkuasa dari pada Tuhan. Atau seperti orang-orang Yahudi yang ragu bahkan tidak percaya pada Yesus Sang Roti Hidup, sehingga bersungut-sungut. Dalam keadaan takut dan putus asa, percayalah Tuhan tidak meninggalkan kita. PengorbananNya di kayu salib (bnd. Yoh 6:51) menandakan bahwa Tuhan tahu apa itu penderitaan. Ia tidak akan tinggal diam ketika umatNya mengalami kesusahan. Bacaan pertama memperlihatkan  bahwa ketika Elia putus asa, kasih dan penyertaan Tuhan tidak perlu diragukan! Tuhan tahu apa yang paling dibutuhkan Elia saat itu.  Sebuah penguatan. Tuhan tidak hanya memberikan penguatan jasmani (makanan), tetapi juga rohani.

Penguatan Tuhan juga hadir melalui persekutuan orang percaya. Dalam persekutuan yang ramah, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, Kristus bekerja menguatkan setiap orang percaya. Tidak ada keluhan ingin mati, tetapi menghadapi pergumulan bersama Sumber Kekuatan dengan pasti!

Arsip