Renungan Minggu

Persekutuan Yang Mengubahkan

“Orang Kristen kok begitu?” Kalimat ini mungkin pernah tertangkap telinga kita saat seseorang merasa tidak senang dengan perilaku orang Kristen. Mengapa orang Kristen bisa melakukan perbuatan tercela dan merugikan orang lain? Bukan hanya itu, bahkan seorang rohaniwan pun pernah diberitakan di koran karena kebejatan moralnya.  Mengapa semua ini bisa terjadi padahal kekristenan tidak pernah mengajarkan demikian.  Apa yang salah di sini?
Perilaku orang Kristen yang seperti ini rupanya bukan hanya terjadi sekarang tetapi sudah ada sejak jaman dulu. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 10:1-11, telah mencontohkan adanya umat yang telah melakukan perbuatan yang tidak berkenan di hati Tuhan (ay. 5). Mereka melakukan penyembahan berhala (ay. 7); percabulan (ay. 8); mencobai Tuhan (ay.9); dan bersungut-sungut (ay. 10). Padahal mereka semua disebut sebagai pengikut Musa yang telah mendapatkan makanan dan minuman rohani dari Tuhan.  Kesalahan di sini tentu bukan terletak pada ajarannya tetapi pada orangnya. Banyak orang mengaku dirinya Kristen tetapi sesungguhnya ia belum mengalami pertobatan sehingga hidup lamanya belum diubahkan. Tuhan Yesus pun pernah menegur keras orang-orang yang seperti ini dalam Lukas 13:1-9.  Tuhan Yesus mengatakan bahwa jika tidak ada pertobatan maka kita pun akan mengalami kebinasaan.
Pertobatan yang sungguh ditandai dengan adanya kerinduan kita untuk hidup dekat dengan Tuhan. Sama seperti Pemazmur yang haus dan rindu untuk selalu mencari Tuhan, maka jiwanya pun melekat kepada Tuhan (Maz. 63:2-9). Orang yang melekat kepada Tuhan pasti hidupnya mengalami perubahan ke arah yang baik. Kerinduannya bersekutu dengan Tuhan beriringan dengan kerelaannya untuk dibentuk oleh Tuhan.  Alangkah indahnya jika kita yang mengaku percaya juga memiliki kerinduan yang sama seperti Pemazmur. Jika hal ini terjadi maka kalimat “orang Kristen kok begitu?” berubah menjadi “harusnya kayak orang Kristen tuh…” (EJO)

Arsip