Renungan Minggu

Persekutuan Yang Dipelihara Tuhan

Saudara pernah merasakan persekutuan yang sesungguhnya ? Atau persekutuan yang saudara lakukan selama ini seperti; dalam kebaktian minggu, persekutuan tengah minggu, persekutuan wilayah dan persekutuan keluarga, hanya sekedar sebagai sebuah “ritual” yang harus dilakukan karena saudara adalah orang kristen. Mungkin “ritual” ini terjadi karena kebiasaan saja dan rasanya tidak enak apabila sebagai orang kristen tidak pernah bersekutu bersama, berdoa dan membaca alkitab. Ya minimal seminggu sekalilah datang ke gereja sehingga tidak lepas akar kekristenannya dari persekutuan yang namanya gereja.  Jikalau benar kondisi ini yang saudara alami sekarang, maka jangan heran apabila dalam hidup kekristen yang dijalani, kita tidak pernah merasakan sesuatu yang menggugah, yang membangkitkan semangat hidup kerohanian, karena memang kita tidak pernah merasakan apa-apa dari sebuah persekutuan yang dilakukan. Tidak lebih dari hanya sekedar kumpul-kumpul dan menikmati sesuatu yang memuaskan hati, selesai.

 

Sejak mengalami pergulatan iman dalam kehidupan keluarga dan saya secara aktif menyempatkan untuk sebisa mungkin melakukan persekutuan dalam keluarga, saya memasuki fase baru dalam kehidupan yang begitu luar biasa. Masa-masa indah yang menyenangkan dan menguatkan dapat dirasakan. Betapa sebagai orang tua dapat melihat bagaimana anak-anak yang masih kecil dengan polosnya berdoa memberikan dukungan dan kekuatan bagi orang tuanya ! Doa yang polos yang menggambarkan iman mereka. Kami semua sama-sama bertumbuh dalam iman dan kekuatan. Saya menyadari pada akhirnya bahwa saya tidak sendirian dalam menghadapi pergulatan iman.

 

Hal ini pula yang dapat kita lihat dalam sebuah persekutuan Yesus bersama dengan murid-muridNya (Yoh 17), dimana Yesus berdoa bagi para murid-muridNya. Saudara tahu makna dari doa Yesus bagi para murid ? Dengan doa yang dilakukan Yesus bagi para murid tersebut bukankah disana Yesus telah menunjukkan bahwa Ia begitu care terhadap murid-muridNya. Ia ingin bahwa murid-murid sebagai sebuah persekutuan, tetap dapat bertahan dalam menghadapi dunia terlebih berkarya bagi dunia. Yesus ingin agar mereka tahu bahwa Yesus adalah bagian dari mereka dan tidak akan pernah meninggalkan mereka. Namun sebaliknya ada perhatian dan dukungan secara penuh agar persekutuan para murid ini terpelihara dengan baik. Dan tidak ada yang lebih membahagiakan ketika ada perhatian dan dukungan doa yang diberikan oleh orang lain untuk menopang segala pergulatan hidup yang sedang dihadapi. Selamat bersekutu dan merasakan persekutuan yang sesungguhnya. (JS)

Arsip