Renungan Minggu

Penyertaan Allah Trinitas

Pengajaran Kristen tentang Allah Trinitas adalah salah satu topik yang kontroversial. Sayangnya, banyak cara telah dilakukan oleh orang Kristen untuk menyederhanakan trinitas secara manusiawi. Banyak ilustrasi dibuat dengan tujuan untuk memahami pengajaran ini.  Trinitas diumpamakan seperti telur (kuning+putih+kulit), sebagai satu orang dengan berbagai fungsi (ayah sekaligus anak sekaligus paman), sebagai air (uap, cair, es), bahkan seperti shampoo 3 in 1! Tidak satupun ilustrasi manusia dapat menjelaskannya tepat. Hanya dengan anugerah dan hikmat Allah kita bisa mengimani paradoks ini.
Kita memerlukan hikmat Allah untuk mencapai kehidupan yang berkualitas (Ams 8:1-14). Dengan hikmat-Nya,  Allah menciptakan alam semesta dan segala isinya. Kekaguman Daud akan alam semesta tertuang dalam indahnya Mazmur 8, yang berisi  pujian terhadap kemuliaan Allah bergabung dengan keheranan betapa Allah mengindahkan manusia ciptaan-Nya yang kecil dan tak berdaya. Mazmur ini mengandung nubuatan tentang Anak Manusia (Yesus Kristus), gambar sejati Allah yang bermahkota kemuliaan dan hormat, berkuasa atas alam semesta. Hanya Dia yang layak untuk mendapatkan puji-pujian (bandingkan dengan Mat 21:16). Pengorbanan Yesus adalah jalan perdamaian dan pembenaran secara iman dengan Allah (Rom 5:1-5). Iman kepada Yesus tidak hanya melepaskan kita dari murka Allah, bahkan melayakkan kita untuk berhubungan kembali dengan Allah yang Maha Kudus! Kebenaran ini dimeteraikan oleh Roh Kudus, yang dicurahkan Allah ke dalam hati setiap kita yang percaya. Yesus berpesan kepada murid-muridnya bahwa Ia akan mengutus Roh Kebenaran, yang akan menyertai dan membimbing mereka (Yoh 16:12-15), termasuk saya dan anda semua, untuk masuk ke dalam seluruh kebenaran rencana keselamatan yang disediakan Allah lewat Yesus Kristus. Roh Kudus memuliakan Bapa, yang secara sempurna diwujudkan dalam Yesus. Rencana keselamatan dari Allah, yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dinyatakan dengan pertolongan Roh Kudus kepada kita semua hingga masa kini dan sampai kekekalan nanti.
Doktrin trinitas tidak memberikan manusia yang terbatas ini pemahaman menyeluruh tentang Tuhan yang tak terbatas, tetapi memberikan kita pemahaman sejati tentang Tuhan. Kemahakuasaan  Allah, pengorbanan dan pengajaran teladan hidup Yesus, serta penyertaan Roh Kudus melebihi segala yang kita butuhkan untuk yakin beriman dan taat kepada segala perintah-Nya. (DAA)

Arsip