Renungan Minggu

Misteri Allah Trinitas Yang Memanggil Dan Mengutus

Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah membuat manusia mati rohani, sehingga gagal menjalani kehendak Allah di dalam hidupnya. Namun kegagalan manusia bukan kegagalan bagi Allah. Dalam diri Yesus Kristus, Allah mengerjakan karya penebusan bagi manusia berdosa. Melalui kehadiran Roh Kudus, Ia memanggil orang yang dipilih-Nya dari semula untuk masuk dalam rencana keselamatan. Karya Allah tidak berhenti sampai di situ. Allah Trinitas yang telah memanggil manusia keluar dari dosa adalah Allah yang menghendaki manusia hidup sesuai kehendak-Nya dan mengutus manusia ke dalam dunia untuk memberitakan kasih dan perbuatan Allah yang besar. Bagaimanakah karya Allah Trinitas yang memanggil dan mengutus tersebut?

Di dalam PL, kita menemukan karya Allah yang memanggil dan mengutus melalui kehidupan nabi Yesaya (Yes. 6:1-8). Ketika Yesaya dipanggil untuk menjadi nabi-Nya, ia sadar benar siapa Allah dan siapa dirinya. Berhadapan dengan Allah Maha kudus, Raja semesta alam, Ia menyadari bahwa dirinya halanyalh seorang berdosa yang tidak layak menghadap Tuhan. Kesadaran inilah yang membuatnya mengalami anugerah Allah yang mengampuni dan mengutusNya untuk pergi menyampaikan firman Tuhan. Ia yang berdosa justru dipanggil dan diutus setelah menyadari kemuliaan Allah, menyadari keberdosaannya dan disucikan dari dosa.

Di dalam PB, maksud Allah dinyatakan dalam percakapan Nikodemus dengan Tuhan Yesus (Yoh. 3:1-21) Sebagai pemimpin agama Yahudi, ia tentu banyak tahu tentang hukum Taurat. Namun dengan tegas Tuhan Yesus berkata, jika ia tidak dilahirkan kembali, ia tidak akan dapat menikmati relasi yang pasti dengan Allah. Tidak dapat mengalami karya-Nya dan menjalani hidup sesuai kehendak-Nya. Ia perlu dilahirkan kembali. Bukan secara fisik. Kehidupan rohani yang telah mati dihidupkan kembali, sehingga tertarik untuk berelasi dengan Allah. Kelahiran kembali membuat seseorang dapat diampuni dan diperlengkapi oleh Roh Kudus untuk hidup sesuai kehendak Allah. Dilahirkan kembali hanya mungkin terjadi, jika seorang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Setiap orang yang telah dilahirkan oleh Roh sudah selayaknya hidup sebagai anak-anak Allah, yang tercermin dalam perbuatan-perbuatan menurut Roh, bukan menurut daging (Rm. 8:12-17). Inilah kehidupan yang harus dijalani orang percaya sebagai utusan Allah di dunia. (Y-L)

Arsip