Renungan Minggu

Menghidupi Firman Dengan Keadilan

Kehidupan ini terlihat tidak adil, meskipun kita menginginkan keadilan. Kadangkala kita mengalami hal yang sama sekali tidak pantas terjadi dalam kehidupan kita, tapi siapa yang menjamin bahwa hidup adalah mudah dan berjalan dalam keadilan? Tuhan banyak berfirman kepada umatNya agar menghadirkan keadilan dan damai sejahtera, namun seringkali kita sebagai umat Tuhan tidak mampu melihat keadilan Tuhan dan memberlakukannya dalam hidup kita.
Setiap minggu kita pasti mendengarkan firman Tuhan melalui ibadah yang kita ikuti, begitu banyak Firman Tuhan berbicara kepada kita, begitu banyak khotbah dengan tema-tema yang cukup menarik dan begitu indah, namun permasalahan yang kita hadapi : “adakah kita menghidupi Firman dalam diri kita, adakah kita menghidupi Firman dengan keadilan?” Seringkali tema-tema yang menarik hanya menjadi slogan saja dan tidak menjadi bagian hidup kita sebagai anak-anak Tuhan dan sebagai Gereja Tuhan.
Marilah kita memperhatikan apa yang ada dalam bacaan kita hari ini. Dalam Mikha 6:1-8, Tuhan mengingatkan umatNya bahwa penyertaanNya selalu ada sejak dari Mesir hingga masa raja Moab dan seharusnya umatNya membalas penyertaan Tuhan ini bukan dengan persembahan minyak, korban bakaran atau bahkan dengan mempersembahkan keturunan mereka untuk menutupi pelanggaran mereka tetapi dengan berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Dalam khotbah di bukit Yesus ingin mengajarkan perspektif Allah dalam hidup, terutama kepada orang-orang yang sedang miskin, berdukacita, lapar, haus akan kebenaran dan dianiaya. Yesus mengingatkan bahwa Allah memperhatikan keberadaan orang-orang yang lemah dan akan menghibur mereka. Yesus tidak melihat orang-orang lemah sebagai golongan yang harus dibuang, sebab Allah memperhatikan dan memberikan harapan kepada mereka. Kita sebagai pengikut Kristus seharusnya mampu meneladani Yesus yang juga mau memperhatikan keadilan bagi orang-orang teraniaya.
Saudara saudara yang terkasih marilah kita menghidupi Firman Tuhan dalam diri kita sebagai pribadi maupun Gereja Tuhan, berbuat adil dan memberi harapan kepada sesama yang lemah dan tertindas, memberikan harapan kepada mereka yang mengalami kehilangan, kesusahan dan penderitaan, selamat menghidupi Firman. (WS)