Renungan Minggu

Mengasihi Semua Yang Allah Kasihi

Ada sebuah lagu Sekolah Minggu sepanjang masa yang sering diajarkan kepada anak-anak, bahkan diajarkan mulai kelas Balita, yakni lagu Yesus Cinta Semua Bangsa.
Yesus Cinta s’mua bangsa (anak), s’mua bangsa (anak) di dunia
Putih, kuning dan hitam semua Tuhan cinta
Yesus cinta s’mua bangsa (anak) di dunia.
Dari lagu ini sebenarnya sedang ditanamkan suatu dasar pemahaman pada anak, bahwa Allah mengasihi semua orang tanpa terkecuali, semuanya berharga dimata Allah, karenanya Allah menjelma menjadi manusia dan lahir ke dalam dunia.
Dalam misi Agung karya keselamatan Allah ini, nyata bahwa sejak awal Ia telah melibatkan dan memperhatikan manusia, tidak hanya Israel (Yahudi), tetapi orang-orang di luar Yahudi. Injil Matius secara implisit memaparkan itu dalam kisah orang majus dari timur. Mereka yang bukan termasuk umat pilihan ternyata mendapatkan pernyataan yang khas atas kelahiran Juruselamat.
Rasul Pauluspun menegaskan bahwa orang bukan Yahudi (menurut daging karena tidak bersunat) dan juga belum mengenal Kristus, mereka juga menjadi ahli waris melalui karya Kristus Yesus melalui kematianNya di atas kayu salib.
Dengan dasar-dasar pemahaman yang sudah ditanamkan oleh Allah, bahkan kepada anak-anak yang sejak kecil juga telah diajarkan dan ditanamkan benih cinta kasih dari Allah ini, maka sudah seharusnya dan selayaknyalah pertumbuhan dan perkembangan hidup orang Kristen memberi warna tersendiri dalam dunia ini. Keberadaan orang Kristen setidaknya menjadi harapan dalam pembangunan relasi antar sesama karena dalam diri mereka ada kasih Yesus yang mampu mengasihi semua orang yang juga Allah kasihi dengan tanpa memandang bulu.
Biarlah model hidup kekristenan yang mengasihi semua yang dikasihi Allah menjadi titik awal dalam memulai kehidupan saudara di tahun yang baru, sehingga dunia tidak kehilangan pengharapan yang sesungguhnya sudah diberikan oleh Allah dalam peringatan Natal yang baru kita rayakan beberapa waktu lalu. (JS)

Arsip