Renungan Minggu

Memuliakan Allah Yang Mulia

Pada dasarnya keberadaan Allah adalah Mulia, namun kemuliaan Allah itu juga oleh karena Ia yang begitu suci, tidak berdosa dan begitu berkuasa bahkan tidak tersentuh oleh manusia justru mau turun ke bumi menjelma menjadi manusia, bersama dengan orang-orang berdosa dan menyelamatkan mereka. Dan Natal mengingatkan betapa besar kasih dan kemuliaan Allah kepada dunia ini.

Ketika kita merayakan Natal maka sesungguhnya, Natal mengingatkan kita untuk memuliakan Allah yang begitu mulia dan agung dalam seluruh aspek kehidupan kita. Memuliakan Allah itu tidak dalam wujud bagaimana kita membuat acara Natal yang megah, meriah, menarik, menjadi tontonan yang spektakuler, pesta yang meriah, yang anggarannya bahkan yang mencapai puluhan juta. Natal dilakukan seperti acara puncak Gereja dalam mengakhiri tahun pelayanan.

Makna memuliakan Allah yang mulia, adalah memuliakan Dia secara holistik/utuh, yakni dengan seluruh perubahan hidup kita, dari pola pikir kita, hati kita, tingkah laku kita, tujuan dan arah hidup kita, cita-cita kita, cara bekerja kita, dan kesaksian hidup kita, semuanya harus berpusat kepada Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian, seluruh kehidupan kita benar-benar menjadi kesaksian yang nyata dalam dunia ini; Bagaikan surat Kristus, yang bisa dibaca oleh semua orang yang bersama-sama dengan kita, baik yang kita kenal ataupun tidak kita kenal. Memuliakan Allah mencakup bagaimana kita berbagi hidup kepada mereka yang tidak mampu dan tersingkirkan, mereka yang hampir tidak disentuh oleh masyarakat ini, merasa tersingkir atau disingkirkan. Menyapa, menguatkan, dan meneguhkan mereka yang lemah, tidak mampu, putus asa karena beban hidup yang berat, atau yang terus bergumul dengan sakitnya yang bersifat terminal, dan sebagainya. Makna memuliakan Allah adalah suatu tindakan yang konkret dalam wujud yang menyentuh, dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Itulah Natal yang sesungguhnya dalam kehidupan kita. Sebagaimana Ia yang Mulia mau hadir menjadi sama dengan manusia, maka sudahkah sentuhan hidup kita juga telah dirasakan oleh sesama yang kehilangan pengharapan. Mari tunjukkan hidup yang mulia sebagai bukti kita memuliakan Allah. SELAMAT NATAL.