Renungan Minggu

Ketaatan Sebagai Bentuk Kasih

Mengemudi di tempat yang baru selalu menjadi pengalaman yang menarik bagi saya. Ada kota yang sangat teratur, dimana pelanggar diancam sanksi yang berat. Tetapi saking teraturnya, para pengemudi di kota tersebut menjadi kurang tangkas mengemudi, sehingga sering terjadi kecelakaan. Mereka jarang sekali mengalami ‘kejutan’ ketika mengemudi. Ada pula kota yang cukup besar, tetapi lalu-lintasnya semrawut. Penegak hukum walau terlihat berjaga, tetapi sering diam ketika melihat pelanggaran. Mengemudi menjadi pengalaman yang menegangkan. Marka jalan menjadi lukisan tak bermakna, lampu lalu-lintas menjadi kerlip cahaya yang tidak perlu ditaati. Ada banyak kejutan menanti di persimpangan depan. Dunia mengajarkan ketaatan berbanding lurus dengan penegakan hukum. Dimana hukum dengan tegas ditegakkan, di sana akan terbangun ketaatan. Taat karena takut dihukum.
Berkat dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan keseharian adalah suatu kewajaran di bawah kolong langit ini. Pengorbanan dan kemenangan Kristus atas kuasa maut membuktikan kasih anugerah-Nya yang sempurna dan istimewa kepada kita umat-Nya. Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya (Rm. 8:38-39). Sudah sepantasnya dan selayaknya kita bersyukur dan mengasihi Tuhan Yesus. Tanpa basa-basi  Tuhan Yesus berkata, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku…” (Yoh. 14:23a).
Bukan atas dasar takut Tuhan Yesus meminta ketaatan kita. Ketaatan yang didasarkan oleh rasa takut dihukum sulit untuk bertahan. Ketaatan ini hanya bertahan apabila hukum yang berlaku dengan tegas ditegakkan, dan yang bersangkutan dalam posisi diawasi oleh penegak hukum. Atas dasar kasih kepada-Nya, kita taat pada firman-Nya. Allah bahkan memberikan Penolong kepada kita (Yoh. 14:26), yang akan setia menyertai dan membantu kita untuk hidup taat sesuai firman-Nya.
Ketaatan Paulus dan Silas pada pimpinan Roh Kudus untuk membawa berita injil membawa keselamatan kepada orang-orang di Makedonia (Kis. 16:9-15). Ketika kita taat pada pimpinan-Nya, ada berkat yang menanti. Tuhan berjanji bahwa Ia akan berdiam bersama/ menyertai dengan kita (Yoh. 14:23b). Berkat tersedia bahkan untuk kita bagikan kepada sesama. Ketaatan adalah bentuk kasih kita kepada Tuhan dan sesama. (DAA)

Arsip