Renungan Minggu

Keluarga Allah Yang Menjadi Berkat

Waktu masih kuliah di STT, seorang teman datang kepada saya dengan wajah berseri. Dia bilang begini’ “Kak, hari ini saya senang sekali karena bisa berbagi dengan orang lain.” Ternyata hari itu setelah pulang pelayanan dia pergi ke tempat makan burger. Waktu dia mau memakan burgernya, dari jendela dia lihat ada seorang anak pengemis sedang mengintip. Wajahnya menunjukkan kalau dia lapar. Hati teman saya tergerak untuk memanggil anak itu dan mengajaknya makan semeja dengannya. Waktu saya tanya, bagaimana pandangan orang-orang yang ada di tempat makan itu. Teman saya bilang, mereka melihatnya dengan aneh tapi dia tidak peduli. Dia senang melihat wajah ceria anak yang sedang kelaparan itu makan dengan lahap.
Memahami dan menghidupi ajaran firman Tuhan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam hidup semua anak Tuhan. Surat Titus 2:1-10, adalah nasihat untuk memberitakan ajaran sehat yang berlaku bagi setiap orang (ayat 1). Pria dan wanita, tua maupun muda, sampai yang memiliki posisi sebagai hamba, semuanya harus hidup memuliakan ajaran Kristus (ayat 10). Bagaimana caranya? Perikop tadi memberitahukannya yaitu dengan cara hidup menjadi teladan bagi orang lain. Artinya kita harus menghidupkan ajaran firman Tuhan lewat pikiran, perkataan, dan perbuatan kita sehari-hari. Sehingga orang lain yang ada disekitar kita juga dapat merasakan berkat Tuhan.
Jika keluarga kita ingin menjadi berkat bagi orang lain maka kita pun harus memberi teladan yang sesuai dengan firman Tuhan. Firman Tuhan tidak cukup hanya dipahami tetapi juga harus dipraktekan.  (Ejo)