Renungan Minggu

Kebangkitannya Memampukan Kita Saling Menggembalakan

Kis. 4:5-12 ;1 Yohanes. 3:16-24 ; Yoh.10:11-18

Profesi gembala akrab dengan kehidupan masyarakat di jaman Tuhan Yesus. Karena itulah Tuhan Yesus mengumpamakan diri sebagai Gembala yang Baik bagi umat-Nya. Gembala yang baik bukan hanya bertugas memberi makan dan minum domba-domba, tapi juga melindungi mereka. Bahkan rela memberikan nyawanya bagi mereka (Yoh. 10:11). Kalimat “memberikan nyawanya” setara dengan “menyerahkan nyawa-Nya” (1 Yoh. 3:16a). Kalimat ini menjelaskan kesediaan Kristus memberi yang terbaik bagi umat-Nya. Bahkan nyawa-Nya pun tidak Ia sayangkan. Perumpamaan ini menunjukkan bahwa kasih Kristus terhadap umat- Nya tidak perlu diragukan lagi. Kasih membuahkan kerelaan di hati seseorang untuk berkorban bagi orang lain.

Umat Tuhan yang telah menerima kasih Kristus wajib meneruskannya kepada sesama (1 Yoh. 3:16b-17). Jika kita memiliki kasih Kristus, kita tidak lagi hidup dalam keegoisan. Kita pasti tidak akan tinggal diam, ketika melihat sesama menderita. Kasih Kristus akan mendasari kerelaan hati kita dalam melakukan sesuatu bagi orang lain.

Anne Frank adalah seorang gadis keturunan Yahudi. Tentara Nazi menangkapnya bersama orang Yahudi lain, lalu memasukkan mereka ke kamp konsentrasi. Waktu itu musim dingin. Di antara para tahanan, Anne melihat seorang bapak sangat menderita kedinginan. Maka ia memberikan secangkir kopi panas kepadanya. Pemberian itu sangat menolong Sang bapak. Ketika masa penganiayaan Nazi berlalu, Anne ikut terbantai sementara bapak ini masih hidup. Dia mempersaksikan tindakan Anne dan sangat berterimakasih kepada gadis kurus berambut hampir gundul yang tidak pernah dia temui lagi sejak itu. Ia masih tetap tidak mengerti, bagaimana Anne bisa mendapatkan secangkir kopi panas. Itu barang langka yang sangat berharga di sebuah kamp konsentrasi.  Namun kasih menggerakkan Anne untuk memberikan harta berharga itu pada  orang yang lebih membutuhkan. Di antara kita banyak orang yang juga membutuhkan ‘secangkir kopi panas.’ Inilah saatnya kita meneruskan kasih Kristus kepada mereka. Menjadi gembala yang baik bagi sesama. (Ejo)

Arsip