Renungan Minggu

Kebangkitan-Nya Membuka Selubung Pikiran

Kis. 3:12-19; 1 Yoh. 3:1-7; Luk. 24:36b-48

Black box (kotak hitam) menjadi benda yang paling dicari jika sebuah pesawat terbang mengalami musibah. Dia dinamakan Black box bukan karena warnanya hitam (warna sebenarnya oranye), tapi lebih kepada fungsinya. Black box berfungsi untuk mengungkapkan misteri penyebab musibah pesawat tersebut. Sebelum Black box ditemukan, semua permasalahan belum jelas.  Tapi setelah ia dibuka, maka semuanya terungkap jelas.

Sama seperti para murid tadinya mereka juga belum jelas memahami siapa Yesus, walaupun sudah 3 tahun melayani bersama-Nya. Tapi ketika Tuhan Yesus bangkit dan membuka pikiran mereka untuk mengerti Kitab Suci, barulah mereka mengenali siapa Kristus yang sesungguhnya (Luk. 24:44-45).

 

Pengalaman para murid tersebut menjadikan mereka juga mau memaklumi ketidaktahuan orang-orang Yahudi di serambi Salomo (Kis. 3:17). Karena ketidaktahuannya, mereka menolak Tuhan Yesus lalu menyalibkan-Nya (Kis. 3:12-15). Tapi setelah Petrus menyaksikan kebangkitan Tuhan Yesus barulah  mata dan pikiran mereka terbuka untuk percaya kepada-Nya (Kis .4:4).

Kebangkitan Kristus, seharusnya juga membuka mata dan pikiran kita untuk lebih mengenal Tuhan.   Mengenal Tuhan bukan sebatas percaya bahwa Kristus telah menebus dosa kita.  Pengenalan itu harus membawa kita tetap beriman walaupun saat ini pernyataan Allah belum lengkap sampai Kristus menyatakan diri-Nya kembali (1 Yoh. 3:2). Iman yang seperti itu hanya didapatkan jika kita tinggal di dalam Dia dan menjaga kekudusan hidup (1 Yoh. 3:3-6).  Iman dan pengenalan kita akan Kristus hendaknya dapat membawa orang lain untuk mengenal Kristus. (Ejo)

Arsip