Renungan Minggu

Jaminan Hidup Yang Kekal

Ketika kita bicara soal jaminan, apa yang terlintas dalam benak Anda? Asuransi, investasi, harta untuk tujuh keturunan, perlindungan hukum, jaminan utang piutang, dan sebagainya? Bicara soal jaminan pastilah membuat kita membayangkan hal-hal yang dapat membuat hidup kita nyaman, serta sesuatu yang memberikan kepastian untuk kelangsungan hidup di hari depan. Memang itulah jaminan. Namun sayangnya jenis-jenis jaminan yang kita sebutkan di atas itu semuanya bersifat semu. Saat ini bisa saja jaminan itu terlihat kasat mata sangat menguntungkan bagi kita, namun dalam sekejap bisa saja hilang dari pandangan kita atau hilang nilainya. Ketika banyak orang berbondong-bondong mengumpulkan emas untuk jaminan masa depannya, namun tanpa diduga harga emas bisa anjlok begitu saja, apakah emas itu masih bisa diharapkan untuk menjadi jaminan hidup mereka? Ketika seseorang memberikan sertifikat tanahnya sebagai jaminan untuk meminjam uang kita, namun ternyata sertifikat tersebut palsu, masih bisakah ia disebut sebagai jaminan?
Banyak orang stres gara-gara terpikat dengan jaminan-jaminan semu tersebut. Oleh karena itu Yesus hadir di dunia ini untuk memberikan suatu jaminan yang jauh berbeda dari yang ditawarkan oleh dunia ini, yakni jaminan hidup kekal. Jaminan itu tidak akan terganggu nilainya meskipun terjadi krisis ekonomi, bencana alam, pencurian, terorisme dan lain-lain. Jaminan itu juga dapat dimiliki oleh siapapun tanpa memandang status sosial dan kondisi ekonomi kita. Bagaimana cara mendapatkan jaminan tersebut? Dengan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Ketika kita percaya, kita diselamatkan, dan pada saat itu jugalah kita menerima anugerah hidup kekal (Yoh. 10:27-28).
Hidup kekal itu memberikan jaminan kepada kita bahwa seberat apapun perjuangan hidup kita saat ini, jika kita tetap setia berpegang pada Firman-Nya, maka kelak kita pasti akan memperoleh kebahagiaan sejati di mana Tuhan Yesus sendiri yang akan menjadi Gembala atas hidup kita (Wahyu 7:13-17). Rindukah kita menerima jaminan abadi tersebut? (RKG)

Arsip