Renungan Minggu

Era Baru, Cara Hidup Baru

Keluaran 20:1-17, 1 Korintus 1:18-25, Yohanes 2:13-22

Tren gaya hidup dunia selalu berubah sesuai perkembangan zaman. Selalu terjadi ketegangan antar hidup kekristenan dengan gaya hidup dunia. Untuk menyiasatinya, sebagian orang Kristen terus melawan. Sebagian lagi mencoba untuk berkawan. Mereka yang  berkawan mengatakan, perkembangan zaman dan fenomena yang mengikutinya tidak bisa dilawan. Ia justru harus dipergunakan. Dengan mengamati fenomena yang terjadi, kita lebih bisa mengatur strategi untuk memajukan gereja.

Orang Yahudi di jaman Kristus dan Paulus cerdas membaca fenomena. Beberapa dari mereka bisa bertahan hidup nyaman di tengah suasana penjajahan Romawi. Tidak hanya mereka yang menjadi pejabat lokal dan pedagang yang hidup nyaman, para ahli Taurat pun dapat hidup nyaman, karena bangsa Romawi selalu menghargai praktek agamawi tempat jajahan mereka. Tetapi sayangnya, kecerdasan mereka justru membuat mereka buta terhadap kebenaran sejati! Pembacaan fenomena dan strategi penyesuaian diri yang dilakukan justru membuat mereka lupa akan kebenaran yang sudah mereka pelajari ribuan tahun. Fenomena mengalahkan numena! Numena yang merupakan kebenaran asali yaitu Tuhan dan firman-Nya, “Akulah Tuhan Allahmu…” (Kej 20:2) Kebenaran yang hanya dapat dipikirkan dan diyakini tanpa kita harus lihat dan rasakan – iman itu sendiri! Kebenaran ini gagal dilihat oleh orang-orang Yahudi yang menantang tindakan Yesus membersihkan Bait Allah dari pencemaran (Yohanes 2:13-22). Kebenaran salib Kristus terluputkan dari kaum Yahudi karena mereka hanya mengandalkan tanda dan mujizat. Kebenaran ini juga luput dari kaum Yunani karena mengagungkan hikmat dunia (1 Kor 1:18-25). Berita keselamatan lewat salib Kristus terdengar sangat konyol di kalangan mereka. Andaikan mereka tidak dibutakan oleh fenomena dan ingat pada nubuatan para nabi, pasti mereka bisa melihat bahwa dengan jelas: banyak nubuat telah digenapi di dalam Kristus!

Pengorbanan Kristus di kayu salib dan kemenangan-Nya atas kuasa maut telah memperbaharui segalanya. Tabir Suci terbelah saat Yesus mati, menandakan bahwa Bait Allah yang fana telah digantikan oleh Bait Allah yang kekal dalam Kristus Yesus. Jalan ke sorga bagi orang-orang kudus telah dibukakan oleh-Nya (Ibr:10-19-20). Lantas, apakah kita akan terus terbujuk untuk berkompromi dengan gaya hidup dunia? Era baru telah dimulai dengan kemenangan Kristus atas maut. Milikilah gaya hidup yang taat pada perintah-Nya. (DAA)

Arsip