Renungan Minggu

Dosa Membutakan, RohNya Mencelikan

Kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa membawa dampak buruk dalam kehidupan manusia. Dosa membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah dan berada dibawah penghukuman. Manusia mengalami keterpisahan dengan Allah dan akibatnya mengalami kematian rohani (Kej. 3:8-15). Kematian rohani membutakan mata rohani manusia sehingga tidak dapat memahami kehendak Allah bagi dirinya. Maka tidak mengherankan jika karya penyelamatan Allah, dari sejak Perjanjian Lama sampai memuncak dengan hadirnya Yesus Kristus, sangat sulit untuk dipahami dan diterima. Dari awal pelayananan-Nya, Tuhan Yesus mengalami penolakan, baik dari keluarga-Nya sendiri maupun para ahli Taurat. Kaum keluarga-Nya adalah orang yang terdekat secara ikatan darah, namun tidak dapat memahami karya-Nya, bahkan menganggap-Nya sudah gila. Ahli Taurat yang seharusnya mudah mengerti kebenaran Ilahi juga menolak bahkan menuduh-Nya kerasukan setan (Mrk. 3:20-22). Inilah fakta adanya kebutaan rohani yang dialami manusia berdosa.

Tidak ada cara lain bagi manusia untuk mengerti dan mengalami karya keselamatan Allah, selain dihidupkan dari kematian rohani dan dicelikkan dari kebutaan rohani. Jika mata rohani dicelikan, manusia akan mampu melihat perkara-perkara kekal dan mulia, sehingga percaya pada Kristus dan punya pengharapan akan hidup kekal. Ia juga mampu memahami penderitaan dengan prespektif yang benar, sehingga tidak menjadi tawar hati ketika  menghadapi penderitaan. Akhirnya, mata rohani yang dicelikan juga memampukan seseorang hidup sesuai  kehendak Allah.

Sudahkah mata rohani kita dicelikan? Mari memohon kepada Allah, agar Roh Kudus yang telah ada dalam diri  memampukan kita memahami karya keselamatan yang Ia kerjakan, dan memampukan kita untuk hidup berpadanan dengan panggilan kita. Sebagai orang-orang yang dulu buta karena dosa, tetapi sekarang dicelikan oleh Roh Kudus. (YL)