Renungan Minggu

Dia Yang Memulihkan

Memulihkan berarti menjadikan suatu keadaan baik atau sehat kembali seperti semula. Siapa yang butuh dipulihkan? Mereka yang sedang sakit, jasmani atau rohani. Apa yang anda lakukan ketika sakit dan ingin pulih? Jelas anda perlu ke dokter, “sang pemulih.” Tetapi setelah itu, anda harus berusaha menuruti nasehatnya. Minumlah obat sesuai resep, betapapun pahitnya. Banyak orang tidak bisa cepat pulih karena bandel. Setelah diperiksa dokter, tidak mau minum obat dan menuruti nasehatnya. Akhirnya pemulihan pun tidak terjadi.

Tuhan adalah Tabib Agung yang siap memulihkan. Ia mau “mengalirkan keselamatan” dan “menghibur kamu” (Yes 66:12-13). Kadang Tuhan memakai saudara seiman untuk memimpin kita kembali ke jalan yang benar, saat melakukan pelanggaran (Gal 6:1). Namun pemulihan tidak bisa terjadi semata dari pihak Tuhan dan nasehat teman. Orang yang butuh pemulihan pun perlu menyadari keberadaan dirinya. Ia perlu introspeksi: menguji pekerjaanya sendiri (6:4). Mengapa? Rasul Paulus menegaskan, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (6:7).  Artinya, jika kita sakit atau terpuruk, jangan persalahkan Tuhan atau keadaan, lalu terus menempatkan diri sendiri sebagai korban. Kita perlu bertanggungjawab. Mengakui bahwa kita menuai apa yang kita tabur. Lalu bangkit bersama Tuhan dengan semangat baru.

Anda butuh pemulihan? Sungguh pemulihan Tuhan itu nyata, ketika kita membuka diri untuk dibentuk olehNya. (JTI)

Arsip