arsip

Renungan Minggu

This category contains 305 posts

Allah Hadir Untukmu

Vernon J Charlesworth lahir di Inggris 28 April 1838. Selama hidupnya ia bekerja di Sekolah Charles Spurgeon’s Stockwell sekolah yang khusus didirikan bagi anak-anak yatim. Ia sendiri memiliki sembilan anak yang semuanya tinggal bersamanya. Ia melihat kepedihan dalam hati mereka yang hidup tanpa orang tua, tanpa tempat tinggal, kekurangan makan, tanpa perlindungan dan lain-lain. Meski … Continue reading »

Belarasa Dengan Ucapan Syukur

Ketika Yohanes Pembabtis baru saja dieksekusi oleh Herodes maka sasaran selanjutnya adalah Yesus. Karena itulah, saat Yesus mendengar tentang kematian Yohanes menyingkirlah Ia. Ia bermaksud mengasingkan diri ke tempat yang sunyi. Tetapi hal itu diketahui oleh banyak orang. Orang-orang yang pasti sebagian besar juga mengetahui peristiwa pembunuhan Yohanes. Mereka mungkin saja mencoba untuk mencari perlindungan. … Continue reading »

Pola Hidup Kerajaan Allah

Apa yang kita pikirkan ketika membaca tema “Pola Hidup Kerajaan Allah?” Mungkin kita akan berpikir bahwa Kerajaan Allah adalah suatu hal yang ada di masa mendatang dan masih jauh dari kehidupan kita saat ini. Nyatanya, Kerajaan Allah tidak hanya berbicara tentang masa depan, namun juga berbicara tentang masa kini. Kerajaan Allah pada masa depan adalah … Continue reading »

Ugahari Sedari Dini

Mungkin kita masih asing dengan istilah ugahari. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ugahari berarti sedang, atau sederhana. Gaya hidup ugahari bukan bicara soal banyak sedikitnya harta yang kita miliki, namun bagaimana kita menjalani hidup ini dengan sederhana atau bersahaja. Meskipun memiliki banyak uang, namun tidak menggunakannya dengan boros untuk membeli apapun yang kita senangi. Atau … Continue reading »

Berbuah Berlipat Ganda

Ketika Yesus mengajar, Ia seringkali menggunakan perumpamaan-perumpamaan untuk menyampaikan maksud ajaran-Nya. Perumpamaan tersebut menggunakan benda-benda yang ada di sekitar kita seperti, benih, buah, lilin, garam, dan sebagainya. Mengapa Yesus memakai perumpamaan dari benda-benda tersebut? Jika kita perhatikan, benda-benda yang Yesus sebutkan di dalam perumpamaan-Nya adalah benda-benda kecil yang nilai jualnya tidak besar, namun dapat memiliki … Continue reading »

Terbuka Pada Jalan Allah

Sebuah kota dilanda banjir besar. Air sudah menyentuh atap rumah sehingga penduduk harus segera mengungsi untuk menyelamatkan diri. Banyak orang berdiri di atas atap rumah, menunggu diselamatkan oleh para relawan yang bertugas mengevakuasi. Saat itu ada seorang bapak yang juga berada di atap untuk menghindari air yang hampir sudah mencapai atap rumahnya. Bapak itu yakin … Continue reading »

Keramahan Kepada Orang Kecil

Dorothy Day adalah seorang yang aktif dalam pelayanan sosial kepada orang-orang miskin dan terbuang, serta pendiri dari surat kabar Catholic Worker. Ia memulai pelayanannya kepada orang miskin sejak muda karena ia melihat Allah di dalam diri orang-orang miskin tersebut. Maka ia berusaha sekuat mungkin untuk merawat, memberi makan dan tumpangan, serta mencarikan dana untuk memelihara … Continue reading »

Pengharapan Di Tengah Ratapan

Dikisahkan ada 4 buah lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi hingga terdengarlah percakapan mereka. Lilin pertama berkata, ”Aku adalah DAMAI… Namun manusia tidak mampu menjagaku, maka lebih baik aku matikan diriku saja!” Demikian sedikit demi sedikit Sang Lilin padam. Lilin kedua berkata, ”Aku adalah IMAN… Sayang aku tak berguna lagi. … Continue reading »

Bersedia Dipilih Dan Diutus

Setiap orang memiliki pengalaman yang unik dalam sebuah panggilan dan pengutusan bagi misi kemanusiaan. Sebut Mother Teresa, saat ia dalam kereta perjalanan  menuju ke Darjeeling untuk memulihkan kesehatannya, Suster Teresa mendapat panggilan yang berikut dari Tuhan; sebuah panggilan di antara banyak panggilan lain. Kala itu, ia merasakan belas kasih bagi banyak jiwa, sebagaimana dirasakan oleh … Continue reading »

Partisipasi Yang Sempurna

Ada sebuah konsep pemikiran yang disebutkan dengan Deus otiosus yakni sebuah konsep tentang Tuhan yang menciptakan dunia dan kemudian membiarkan dunia tersebut berjalan seperti apa adanya. Hal ini digambarkan dengan Allah seperti pembuat jam, yang dengan penuh kecermatan membuat suatu jam, lalu setelah jam itu jadi, ia membiarkan jarum-jarum jam itu berjalan sendiri tanpa campur … Continue reading »