arsip

Renungan Minggu

This category contains 370 posts

Persembahan Yang Tulus

Seusai ibadah seorang ibu tua sederhana datang ke konsistori meminta pengembalian sebagian uangnya yang dimasukkan ke kantong kolekte karena salah memberi. Seharusnya hanya Rp.10.000, tetapi keliru memasukkan lembaran Rp.50.000,- .Minta pengembalian Rp.40.000,- disertai permohonan maaf karena mendadak kantong persembahan tiba-tiba sudah disodorkan didepannya. Majelis memakluminya. Beda dengan janda yang dilihat Tuhan Yesus ketika mempersembahkan uangnya … Continue reading »

Hukum Yang Memberdayakan, Bukan Menindas

Hukum adalah Peraturan yang membuat hidup menjadi tertib, aman dan damai.Hukum dalam P.L. adalah Peraturan Allah yang tertulis dalam Kitab Taurat. Di zaman Tuhan Yesus, Hukum Allah itu ditambahi dengan peraturan-peraturan yang memberatkan. Setiap orang yang bisa melakukan semuanya akan dipuji kesalehannya. Tuhan Yesus berkata bahwa Dia datang bukan meniadakan Taurat, melainkan untuk menggenapinya (Mat … Continue reading »

Gereja Dalam Keluarga, Keluarga Dalam Gereja

“Gereja bukanlah gedungnya dan bukan juga menaranya. Bukalah pintunya, lihat di dalamnya. Gereja adalah orangnya.” Demikian bunyi lagu rohani anak sederhana yang menyatakan bahwa gereja itu adalah orangnya. Setiap orang percaya mengambil bagian dalam tubuh dan darah Kristus sehingga dipersatukan dalam satu keluarga Allah. Keluarga Allah pun terdiri dari banyak keluarga, sebagai institusi terkecil yang … Continue reading »

Keluarga : Membangun Koneksi Atau Relasi ?

Relasi keluarga seharusnya menjadi relasi yang paling dekat, namun terkadang malah bisa menjadi relasi yang paling jauh. Warisan bisa membuat saudara kandung menjadi musuh bebuyutan, beda pendapat bisa membuat seorang anak lari meninggalkan orangtuanya. Bahkan ada orang-orang yang lebih suka minta tolong pada sahabat ketimbang saudara karena saudaranya malah cenderung menyalahkannya atas persoalan yang menimpanya … Continue reading »

Pernikahan : Antara Idealisme Dan Realitas

Sebuah pepatah kuno mengatakan kalau mencari jodoh harus dilihat dulu bibit, bebet, bobotnya. Kalau bisa bibit anak orang kaya raya agar hidupmu enak. Apalagi kalau dia orang yang memiliki jabatan, pasti hidupmu sejahtera. Bahkan ada orang tua yang berpesan, “Lebih baik kamu jangan baptis dulu agar nanti kamu bisa dengan mudah mengikuti agama suamimu.” Manusia … Continue reading »

Yesus Di Kantong Atau Di Hati ?

Apa yang dicari orang? Apa yang dicari orang? Apa yang dicari orang pagi, siang, sore malam? Uang, uang, uang, bukan Tuhan Yesus. Apa yang dicari Tuhan? Apa yang dicari Tuhan? Apa yang dicari Tuhan pagi, siang, sore, malam? Saya, saya, saya orang yang berdosa. Lagu rohani anak tersebut sederhana, namun cukup menyentil. Banyak orang yang … Continue reading »

Monopoli Pembatas Karya Allah

Aku Ketika semua dimulai dengan kata “aku” Dan hanya berisi dengan “aku” Maka lihatlah, jurang “keakuan” itu menganga Meneriakkan suatu kebohongan terbesar Bahwa dunia ini hanya ada “aku” Dan “diriku” Dan “kehidupanku” Tidak ada yang lain Jurang itu memanggil “Aku” Untuk jatuh ke dalamnya Dan selamanya terbenam di dalamnya Karena semua dimulai dengan kata “aku” … Continue reading »

Melawan Nafsu Dunia Dengan Hikmat Allah

Lebih mudah untuk terlihat benar daripada sungguh-sungguh benar. Nafsu kedagingan yang hina bisa dipertontonkan di hadapan begitu banyak orang tanpa ada celaan atau pertentangan hanya karena nafsu ini dibalut dalam jubah kebijaksanaan alias hikmat. Padahal, kejahatan biasanya dilakukan di tempat-tempat tersembunyi. Hikmat manusia yang terbatas pada akhirnya menjadi rabun untuk melihat mana yang sungguh-sungguh adalah … Continue reading »

Menjaga Perkataan, Mengikut Tuhan

Terkadang saya berpikir, apakah lidah memiliki otak sendiri. Bagi yang mengerti biologi atau yang menempuh jurusan kedokteran, tolong bantu jelaskan pada saya: apakah lidah punya otaknya sendiri? Karena kelihatannya, kata-kata bisa meluncur begitu saja bahkan sebelum seseorang sempat memikirkannya! Di mana kata-kata itu dihasilkan? Otak yang mana yang dipakai untuk mengolah hal itu? Ya, saya … Continue reading »

Berkarya Melampaui Sekat Duniawi

Suatu saat, seorang perempuan Siro-Fenisia datang kepada Yesus dan memohon supaya Yesus mengusir setan dari anaknya. Yesus kemudian berkata “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Perempuan itu menjawab Yesus dengan mengatakan bahwa anjing pun boleh makan remah-remah yang jatuh dari meja. Mendengar itu, Yesus … Continue reading »