Renungan Minggu

Campur Tangan Allah Dalam Kehidupan

Stephen Hawking, ilmuwan asal Inggris baru-baru ini dalam sebuah acara yang digelar di California Institute of Technology mengeluarkan pernyataan yang menghebohkan dunia dan menuai kontroversi. Ia mengatakan bahwa penciptaan alam semesta yang dimulai dengan terjadinya peristiwa Big Bang atau ledakan dahsyat merupakan kejadian yang terjadi atas kehendak alam, bukan skenario ataupun campur tangan Tuhan.
Dari pernyataan Stephen Hawking ini saya mengira-ira bahwa orang-orang semacam dia pasti tidak punya perasaan apa-apa terhadap tahun 2013 yang lalu dan tahun 2014 yang telah datang. Mengapa? Ya karena bagi orang-orang yang sangat rasional seperti Hawking waktu tidak lebih dari sebuah perhitungan masa yang berjalan dan tidak memiliki keistimewaan apa-apa, hingga tahun lalu dan tahun baru adalah sama.
Bagi kita orang percaya tahun 2013 dan 2014 bukan hanya sekedar perhitungan masa yang berjalan, akan tetapi tahun-tahun tersebut merupakan batas-batas pertanda dimana kita bisa melihat bagaimana peristiwa-peristiwa yang dialami dalam tiap tahunnya ada perbedaan-perbedaan yang luar biasa dan tidak terduga. Dalam tahun-tahun itulah ditunjukkan bagaimana Allah bekerja pada masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang. Dan karena Dia masih akan bekerja pada masa yang akan datang, maka kita yang percaya padaNya memiliki pengharapan bahwa apa yang dilakukan oleh Allah  adalah baik.
Bukankah itu sudah terbukti dalam sejarah di mana Israel dibebaskan dari pembuangan kembali pada pemulihan di tanah perjanjian dan mereka hidup dengan kebebasan seperti yang diinginkan? Dan sejarah juga sudah membuktikan bagaimana cara Allah ikut campur tangan dalam menyelamatkan manusia, yakni dengan menjelma menjadi manusia dalam bayi Yesus yang baru saja kita rayakan. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita (Yoh 1:14). Hanya orang-orang percaya sajalah yang dapat melihat bahwa Allah berkarya dalam kehidupan hingga mereka mempunyai pengharapan dan masa depan, sedangkan bagi orang-orang yang tidak percaya hidup dan masa depan adalah suatu pencaharian yang tidak akan pernah berakhir dan yang jelas bahwa mereka tidak memiliki pengharapan dan kepastian akan hidup di masa depan.
Selamat Tahun Baru Saudara……… (JS)