Renungan Minggu

Bukan Sekedar Hosana

Yes 50 : 1-9, Fil 2: 5-11 Markus 11:1-11

Betapa banyak orang yang dengan antusias berseru, “Hosana!” pada hari Minggu Palma, tetapi beberapa hari kemudian mereka berteriak, “Salibkan Dia! Salibkan Dia!”

Sebagian orang mungkin sangat kecewa, bahkan marah, karena Kristus tidak menggunakan kuasa mukjizat-Nya untuk mendirikan kerajaan duniawi. Bukankah dengan diarak masuk ke Yerusalem, Dia telah menciptakan kesempatan emas untuk memperoleh dukungan rakyat? Bukankah Dia menawarkan diri-Nya sendiri sebagai raja?

Banyak orang Yahudi gagal menyadari bahwa sebelum Yesus menyatakan kedaulatan-Nya secara terbuka, Dia terlebih dahulu harus bertakhta dalam hati mereka. Kebutuhan terbesar mereka bukanlah pembebasan dari belenggu Kaisar, melainkan pembebasan dari kecongkakan, sikap bangga terhadap diri sendiri, dan pemberontakan melawan Allah.

Yesaya memohon agar Allah memberikan kepadanya lidah seorang murid, supaya dengan perkataan  dia dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.Perkataan  itu penting,  perkataan yang konsisten, perkataan yang  positif: Hosana bukan Salibkan Dia, memberikan semangat yang kepada orang-orang yang letih lesu bukan menghancurkan, perkataan yang memotivasi, memberi semangat, menghibur, menyembuhkan orang – orang yang memerlukan.

Bukan sekedar Hosana tapi marilah kita wujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam hidup berkeluarga, bekerja dan  bermasyarakat. (W-S)

Arsip