Renungan Minggu

Bijak Terhadap Uang

Political & Economic Risk Consultancy (PERC) yang berbasis di Hong Kong, melaporkan bahwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara no. 1 yang paling korup di Asia Pasifik. Rekor ini tampaknya tidak akan banyak berubah jika melihat realitas yang sedang terjadi di tengah-tengah bangsa kita. Ya, kasus korupsi merupakan isu pemberitaan yang saat ini sering kita dengar bukan? Century, Hambalang, PON, Simulator SIM, SKK Migas dan entah kasus apa lagi yang akan diungkap oleh KPK.
Sedih?  Tentu saja. Tetapi jika mau jujur, apakah kita sebagai orang Kristen tidak bisa tergoda untuk melakukan hal yang sama? Tentu saja bisa.  Apalagi jika kita menganggap uang adalah segala-galanya. Orang yang memiliki pandangan demikian akan menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan uang karena ia mengukur kesuksesan hanya sebatas uang.  Hati dan pikirannya dikuasai oleh uang sehingga tujuan hidupnya hanya berorientasi pada kekayaan (1Tim. 6:9-10). Selain itu, sikap yang tidak bijak dalam menggunakan uang juga dapat memunculkan kecenderungan seseorang melakukan dosa yang berkaitan dengan uang. Orang yang tidak bijak mengelola uang akan menghambur-hamburkan uang yang dia miliki dan hidup berfoya-foya (Luk. 16:19).  Kondisi ini akan membawa dia pada perasaan kurang dan akan mencari berbagai macam cara untuk memenuhi keinginannya.
Dengan kata lain, menghindari korupsi atau kejahatan yang berkaitan dengan uang harus diawali dengan memiliki sikap yang bijak terhadap uang yaitu dengan tidak mendasarkan hidup pada uang yang fana dan mengelola uang tersebut dengan bijaksana.  Bersediakah kita menjadi bijak terhadap uang dengan memiliki prinsip Alkitabiah dalam memandang dan menggunakannya? (TA)

Arsip