Renungan Minggu

Berpegang Teguh Pada Tugas Dan Panggilan Tuhan

Menurut KBBI, teguh artinya kuat berpegang, tetap tidak berubah. Ada satu hal atau pemahaman yang dipegang kuat dan tidak akan berubah selamanya. Dalam Yosua 24:1-2a, 14-18, Yosua menyuruh umat Israel memilih hendak beribadah kepada siapa: Allah Israel atau allah orang Amori. Yosua bukan hendak membuat pemilahan, tetapi  hendak mengetahui sejauh mana keteguhan Israel terhadap Allah yang telah membawa mereka keluar dari Mesir. Hasilnya, mereka  dengan lantang menyatakan tekad untuk  tidak meninggalkan Tuhan. Tetap teguh menyembah Allah. Dalam Yohanes 6:56-69, kita juga menyaksikan murid-murid Yesus terkejut mendengar penjabaran Yesus tentang roti hidup. Mereka bingung. Iman mereka goyah karena tidak memahami apa artinya “memakan daging dan meminum darah Kristus.” Banyak yang bersungut-sungut, bahkan meninggalkan Dia. Tetapi ke-12 murid ternyata tetap teguh mengikut Yesus, karena  yakin Yesuslah Yang Kudus dari Allah. Mereka tetap teguh mengikut Tuhan karena percaya! Barangsiapa percaya pada Kristus, mereka tinggal di dalam Kristus. Tinggal di dalam Kristus artinya berakar pada Kristus. Ketika berakar, otomatis orang akan teguh menyembah dan mengikut Tuhan.

Saat mengikut Tuhan dan bertekad untuk beribadah kepada Tuhan saja, kita bertanggung jawab melaksanakan tiga tugas gereja: bersekutu (dengan Allah), bersaksi (tentang karya kasih Allah), dan melayani (sesama). Siapkah anda sebagai pengikut Tuhan menjalankan tugas dan panggilanNya? Dalam hidup sesehari, kita diperhadapkan pada banyak pilihan yang sebenarnya bersumber pada dua tuan: Allah dan mamon. Mamon mewujud pada keinginan-keinginan duniawi yang tidak seturut kehendak Allah. Seringkali kita menuruti keinginan duniawi sehingga melupakan tugas tanggung jawab sebagai Krsiten. Atau hanya melaksanakan salah satu tugas gereja, semisal pergi ke gereja tiap Minggu. Memilih satu saja tidak cukup. Tuhan menghendaki kita menjankan seluruhnya! Ini bisa dilakukan dengan menggunakan “perlengkapan senjata Allah“: berdiri tegap, berikatpinggangkan kebenaran, berbaju zirahkan keadilan, kaki berkasutkan kerelaan memberitakan Injil, menggunakan perisai iman, ketopong keselamatan, pedang Roh yaitu firman Allah, dan berdoa tiap waktu.

Di ulang tahun GKI yang ke-24 ini, mari hayati kembali komitmen kita sebagai gereja (orang-orang yang sudah ditebus), dalam menjalani tugas dan panggilan Tuhan. Mari bersekutu bersama, saling melayani dan bersaksi tentang karya kasihNya. Selamat ulang tahun GKI! -TBV-

Arsip