Renungan Minggu

Berkata – Kata Dalam Roh

Apakah anda sedang diet rendah lemak? Hanya mengkonsumsi ayam kampung, menghindari kafein, meminum teh daripada kopi? Mengurangi konsumsi gula dan garam? Saya pernah mengurangi konsumsi karbohidrat tiap kali makan, dan berhasil mengurangi berat badan hingga 15 kg dalam 6 bulan! Memilih apa yang masuk ke dalam mulut, walau merepotkan sebenarnya jauh lebih mudah daripada memilih apa yang keluar dari mulut kita.
Perkataan adalah apa yang keluar dari mulut kita. Perkataan memiliki kuasa yang sangat besar. Membesarkan hati yang terpuruk atau membuat hidup orang lain makin memburuk. Bisa menyatakan kebenaran, sebaliknya bisa juga menyebarkan kebohongan. Seorang pengkhotbah abad pertengahan, Thomas Watson, menulis: “Tuhan telah memberi kita dua telinga untuk mendengar, tetapi hanya satu lidah, untuk menunjukkan bahwa kita harus lebih cepat mendengar tetapi lambat berbicara. Tuhan bahkan telah membuat pagar ganda untuk memagari lidah, yaitu gigi dan bibir, untuk mengajarkan kita agar waspada untuk tidak menyerang orang lain dengan lidah kita”.
Paulus mengatakan, kita yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah. Roh Allah akan bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah, ahli waris Kerajaan-Nya (Rom 8:14-17). Kehidupan kita sebagai anak-anak Allah seharusnya menjadi kesaksian, lewat hidup dan karya yang mencerminkan kemuliaan-Nya. Seperti kesaksian pimpinan Roh Allah yang begitu nyata saat peristiwa Pentakosta. Murid-murid-Nya dipenuhi Roh Kudus, berkata-kata dalam Roh, dalam berbagai bahasa yang dipahami oleh berbagai bangsa, menyaksikan kebesaran Allah dan karya-Nya yang ajaib dalam kehidupan manusia ! Petrus menegaskan bahwa ini adalah karya Roh Kudus. Inilah penggenapan nubuatan Nabi Yoel di masa lalu (Kis 2:5-16). Sebagai anak-anak Allah, kita perlu belajar taat untuk berkata-kata dengan tuntunan Roh Kudus. Dengan tuntunan Roh Kudus,  perkataan kita dapat membangun iman dan menghibur sesama. Mari kita belajar menaati tuntunan Sang Penghibur (Yoh 14:26) untuk berkata-kata dalam Roh, bersaksi tentang kemuliaan Allah dan kebaikan-Nya. (DAA)