arsip

Ester Johanah

Ester Johanah has written 37 posts for GKI Peterongan Semarang

Allah Yang Mendekat

“Aku jauh, ENGKAU jauh; aku dekat ENGKAU dekat…” begitulah cuplikan syair sebuah lagu  yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan.  Manusia menjadi pelaku aktif yang menentukan posisi Tuhan di dalam hidupnya. Pertanyaannya, mampukah manusia berdosa mendekat kepada Allah yang Maha Kudus? Jika dikaitkan dengan bacaan Injil hari ini maka syair lagu di atas tentu menjadi tidak … Continue reading »

Tuhan Selalu Beserta

Di dunia ini banyak orang percaya adanya sosok pribadi yang jauh lebih tinggi dari manusia yang disebut sebagai “Tuhan”. Namun demikian, mereka yang percaya adanya Tuhan tidak semuanya sepaham tentang penyertaan Tuhan. Penganut Deisme percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta, mengaturnya agar dapat berfungsi, lalu meninggalkannya begitu saja. Dengan kata lain, Tuhan menciptakan semuanya tapi … Continue reading »

Engkau Yang Akan Datang

Engkau yang akan datang adalah judul yang sangat tepat bagi fokus semua ayat dalam bacaan leksionari kita Minggu ini. Ada apa dan apa yang akan terjadi saat DIA datang? Mengapa kedatangan-Nya begitu dinantikan oleh umat yang percaya kepada-Nya? • Yesaya 35:1-10, Tuhan datang untuk menguatkan umat-Nya yang sedang tawar hati karena terancam hidupnya. Yes 35:4 … Continue reading »

Pemberita Kemuliaan-Nya

Sebagai orang Kristen, mungkin pertanyaan seperti ini pernah ditujukan kepada kita : “Berapa banyak jiwa yang sudah anda selamatkan?” Lalu dengan bangga kita jawab, sudah sepuluh, seratus, atau bahkan lebih dari seribu orang. Sekilas tidak ada yang salah dengan pertanyaan tersebut. Tapi mari kita coba teliti kembali. Benarkah kita bisa menyelamatkan jiwa manusia? Alkitab tidak … Continue reading »

GKI, Sudahkah Menjadi Gereja Yang Mengindonesia?

Bicara  soal mengindonesia, tentu yang terpikir oleh kita adalah berbagai hal yang sesuai dengan konteks bangsa dan negara Indonesia. Apa yang sesuai dengan konteks bangsa kita saat ini? Kebanyakan orang berpikir bahwa masalah ekonomi, sosial, kesehatan, dll. adalah hal yang sesuai dengan konteks Indonesia. Masalah-masalah itu dipandang sebagai penghambat terwujudnya kesejahteraan rakyat. Namun tidak demikian … Continue reading »

Tuhan Melepaskan Ikatan Penghambat Hidup

Menarik untuk di simak, kisah Tuhan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit karena telah dirasuk roh selama 18 tahun (Lukas 13:10-17). Ada dua macam reaksi yang berbeda dari orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu. Kepala rumah ibadat menjadi gusar karena Tuhan Yesus menyembuhkannya di hari Sabat. Sebaliknya perempuan itu memuliakan Tuhan atas apa yang telah dilakukan-Nya. … Continue reading »

Kristus Datang Untuk Membawa Pemisahan?

Pertanyaan di atas terjawab dalam bacaan Injil Leksionari kita Minggu ini (Lukas 12:51). Senada dengan ayat itu adalah Matius 10:34-36 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari … Continue reading »

Yakin Dan Taat Akan Janji Pemeliharaan Tuhan

Saat dalam perjalanan menjemput anak di sekolah, diangkot saya menyaksikan suatu pemandangan yang menyentuh hati. Seorang ibu duduk bersebelahan dengan seorang anak laki-lakinya yang berusia sekitar 9 tahunan. Anak laki-laki itu mengenakan kacamata hitam model sekarang. Dengan riang dia terus berceloteh dan bertanya ini-itu kepada ibunya. Ia bertanya, “bu, ini sudah sampai mana toh?” lalu … Continue reading »

Kebangkitan-Nya Mengubahku

Kisah penyaliban Yesus tidak hanya populer bagi orang Kristen dan Katolik, tapi juga dikenal oleh berbagai kalangan. Cerita, lukisan, bahkan filmnya pernah ditayangkan di bioskop maupun TV. Salah satu filmnya yang paling spektakuler “The Passion of The Christ” telah ditonton oleh jutaan orang. Di sana penderitaan Yesus yang hebat digambarkan dengan sangat hidup. Siapapun yang … Continue reading »

Belajar Mengasihi Di Segala Musim

Di tengah terik matahari, seorang gadis kecil berpakaian kumal berjalan menghampiri  setiap  pengemudi yang berhenti di lampu merah.  Tangan kurusnya mendekap beberapa lembar  koran dan dengan wajah memelas ia menawar-nawarkannya.  Seorang bapak membuka kaca mobil, dia tidak bermaksud membeli koran tapi hanya ingin memberi anak itu uang receh sebesar Rp. 500,-. Setelah menerimanya, wajah anak … Continue reading »